Dedi Mulyadi: Jangan Kompromi dengan Gerakan Intoleransi!

BAGIKAN:

Jakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, tantangan dalam mewudujkan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) rata-rata berumber dari pemahaman internal agama itu sendiri. Dedi membaginya dalam dua hal. Pertama, pandangan bahwa agama itu bersifat individual, yang tidak dibawa ke dalam kewajiban hukum bernegara. Ada pula pemahaman untuk mendirikan negara Islam.
"Kedua doktrin itu sering menimbulkan konflik kepentingan," ujar Dedi di sela Kongres Nasional KBB yang diselenggarakan Komnas HAM di Jakarta, Kamis (16/3/2017) lalu.
Karena itu, lanjut Dedi, cara pandang beragama di Purwakarta dibuat komprehensif. Contohnya, siswa muslim SD hingga SMA di Purwakarta diajarkan kitab kuning oleh para kiai dari pesantren. Begitu juga agama lain, mempelajari kitab dasarnya masing-masing.
"Guru yang mengajar bukan guru agama di sekolah, tapi sengaja kita rekrut dari pesantren, wali gereja, pendeta, dan lainnya. Semuanya digaji pemerintah," kata Dedi.
Lalu, pihaknya membangun ruang spiritualitas di sekolah. Walau di sekolah tersebut siswa bergama Hindu hanya dua orang, pemerintah Purwakarta menyediakan tempat ibadahnya. Bahkan, ruangan untuk penganut Kristen dan Katolik dibuat terpisah.
Kebijakan itu tidak ada yang menentang. Kalapun ada, sifatnya hanya ketakutan para guru, terutama jika ada pihak-pihak yang menggeruduk sekolahnya akibat kebijakan tersebut.
"Sampai sekarang tantangan psikologi (ketakutan) itu bisa kita lewati," ucapnya.
Tak hanya itu. Setiap Kamis dan Jumat anak-anak di Purwakarta dicekoki pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.
"Yang mengajarnya profesor," tuturnya.

Jangan berkompromi
Dedi mengatakan, upaya yang dilakukannya itu bisa diraih dengan regulasi yang tegas dari pemerintah. Menurut dia, seorang pemimpin tak perlu bermain wacana politik yang bersifat partisan. Pemimpin tidak boleh takut kehilangan calon pemilihnya ketika memberi ruang besar pada pluralisme.
"Ruang antipluralisme tumbuh dan berkembang karena diberi kompensasi dalam dukungan politik. Karena ideologi Pancasila sudah final, maka pemimpin di daerah manapun tidak boleh melakukan transaksi ideologi," ujarnya.
Dia sendiri tidak khawatir kehilangan dukungan. Sebab, dua kali mengikuti Pemilihan Kepala Daerah di Purwakarta dia dihantam hal yang sama, yakni isu kafir dan musyrik. Namun, di dua pilkada itu Dedi malah menang.
Dedi menambahkan, bahwa hal yang tidak boleh diabaikan adalah pencegahan bibit intoleransi. Dia menilai ada tiga bibit intoleransi di masyarakat, yakni kurang tegasnya aparat, pendidikan, dan persoalan tata kota.
Aparat, lanjut Dedi, harus memiliki ketegasan untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh warga negara dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Itu artinya, tidak boleh ada kompromi sedikit pun antara aparat dengan kelompok intoleransi yang mengatasnamakan agama.
"Kalau dilakukan kompromi, sama saja dengan melakukan pembiaran terhadap gerakan intoleransi," tuturnya.
Kedua, pemahaman bahwa perbedaan merupakan rahmat bagi umat manusia harus tersosialisasikan dengan baik sejak dini. Karena itulah ia melahirkan program Sekolah Ideologi untuk menguatkan nilai kebangsaan dan kebhinekaan terutama para pelajar.
“Pendidikan kita secara umum harus mengajarkan toleransi dan menanamkan bahwa perbedaan pendapat itu merupakan hal yang bersifat wajar,” ujarnya.
Ketiga, pembangunan tata kota kerap menjadi penyebab menjamurnya intoleransi. Ia mencontohkan, saat orientasi pembangunan tata kota berpusat pada komersialisasi tanpa memperhatikan warga miskin di sekitarnya akan tumbuh kesenjangan.
Ketika kesenjangan ekonomi kian melebar, paham radikalisme mulai tumbuh. Dalam konteks ini, persoalan kemiskinan menjadi salah satu penyebab kemunculan radikalisme.
"Inkonsistensi pembangunan tata kota, perumahan elit, komersialisasi itu bisa menimbulkan kesenjangan ekonomi. Nah, dari sinilah muncul radikalisme, masyarakat menjadi galau, saya kira hal ini harus diperhatikan oleh Komnas HAM juga," ujarnya.
Dia pun menilai, isu agama seringkali menjadi alat kepentingan sementara kelompok untuk memenangi kontestasi politik. Jika fenomena ini terus berlangsung, ia khawatir kehidupan demokrasi di Indonesia semakin tercederai.
"Kalau isu agama terus menerus dipakai sebagai komoditas politik, ini sangat berbahaya bagi perkembangan iklim demokrasi yang sejuk," ucapnya.



KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,5,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,1,Bulutangkis,2,BUMN,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,coklit KPU,2,Cukai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,1,Divestasi,1,DIY,1,Donggala,1,DPR,2,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,255,Ekspor,1,Emas,1,Ende,11,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,Festival Sandelwood,1,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,22,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,1,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,589,Hiburan,12,HMI,1,Hoaks,10,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT RI ke 73,2,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,1,Ideologi,17,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,152,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jokowi,125,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,6,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,120,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,2,Mahfud MD,1,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Milenial,1,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,3,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,Nasional,1010,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,1,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,9,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,181,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,2,Pasar,1,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,1,pemilu,2,Pemilu 2019,24,Pencak Silat,1,Pendidikan,6,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,4,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,17,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,1,PNS,1,Poling,1,Politik,60,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,3,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,42,Ramadhan,3,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,81,Sri Mulyani,6,Startup,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,19,sumba barat,5,Sumba Barat Daya,135,sumba tengah,33,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,45,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,1,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,7,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Dedi Mulyadi: Jangan Kompromi dengan Gerakan Intoleransi!
Dedi Mulyadi: Jangan Kompromi dengan Gerakan Intoleransi!
https://4.bp.blogspot.com/-JHbo9xXzoXk/WOUFLG2EP3I/AAAAAAAABvI/QSvIzfG80pw5BcHgqW_o9P5zJynW9KAuwCLcB/s320/dedi%2Bmulyadi.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-JHbo9xXzoXk/WOUFLG2EP3I/AAAAAAAABvI/QSvIzfG80pw5BcHgqW_o9P5zJynW9KAuwCLcB/s72-c/dedi%2Bmulyadi.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2017/04/dedi-mulyadi-jangan-kompromi-dengan.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2017/04/dedi-mulyadi-jangan-kompromi-dengan.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin