Akting FPI yang Sangat Memuakkan di Aksi 112

BAGIKAN:


Melihat berita bahwa FPI memberi jalan pasangan yang hendak menikah di Katedral, bagi sebagain orang mungkin akan memberikan apresiasi positif kepada FP. Namun bagi saya, hal itu tidak lebih dari lelucon murahan. Beikut beritanya.

Toleransi ditunjukkan massa FPI peserta aksi 112. Pasangan yang hendak menuju Katedral untuk menikah diberi jalan. Tak hanya itu, pasangan itu juga dikawal bahkan dipayungi.
Seorang peserta aksi, Syarifudin, menuturkan pasangan yang hendak menikah itu awalnya terlihat berjalan pelan dari arah Lapangan Banteng menuju Katedral. Si pria mengenakan jas warna silver, sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya putih dengan rambut disanggul dan membawa bunga.
Tak lama kemudian, ada peserta aksi yang mendekati pasangan itu, menawarkan pengawalan hingga ke Katedral. Pasangan itu pun dikawal, bahkan dipayungi agar terlindung dari hujan.
“Banyak yang ngawal sampai mereka masuk ke Katedral, sampai tamu-tamunya juga dibantuin masuk ke dalam,” ujar Syarifudin yang ditemui di dekat Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017).
Peserta aksi 112 lain yang juga melihat peristiwa itu, Ilham, membenarkan cerita Syarifudin. Ilham menegaskan peristiwa itu adalah bukti toleransi umat Islam terhadap umat lain.
“Yang kita benci itu bukan agamanya, tapi orangnya. Kalau kita benci agamanya, nggak mungkin mereka (pengantin -red) kita kawal,” ujar Ilham.

Ada beberapa poin yang akan saya bahas terkait apa yang dilakukan oleh FPI tidak lebih dari sandiwara murahan.
Pertama, FPI ingin melakuakan sesuatu yang bisa menjadi pembenaran bahwa aksi yang mereka lakukan adalah bermartabat dan tidak melanggar hukum. Mereka melihat peluang saat kebetulan ada pasangan non-muslim yang akan menjalankan pernikahan di Katedral. Mereka mencoba menunjukkan ke khayalak bahwa mereka juga sangat toleransi kepada umat non-muslim. Ini sesuatu yang tidak biasa dilakukan oleh FPI.
Mereka juga ingin mengambil hati masyarakat non-muslim bahwa mereka sangat toleransi terhadap non-muslim. Benarkah seperti itu?
Kita tentu ingat bagaimana mereka begitu membenci orang-orang non-muslim. Bagaimana mereka melakukan intimidasi melarang umat Islam memakai baju sinterklas dan mengucapkan selamat natal. Mereka juga melakukan sweeping jika ada umat Islam yang memakai atribut natal. Padahal memakai atribut natal tidak serta merta dikatakan telah murtad, namun ini hanya sebagai bentuk toleransi dan penghargaan terhadap sesama umat beragama.
Apakah ini bentuk toleransi? Ini bentuk kebencian yang nyata. Mereka terus mengusik orang-orang non-muslim di Indonesia.
Jadi apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan. Sesuatu yang tidak biasa dilakukan namun tiba-tiba dilakukan pasti ada udang di balik batu. Mereka ingin memperbaiki citra mereka di khayalak dari ormas yang radikal berubah menjadi ormas yang toleran.
Kedua, mereka sering menghina Banser NU yang hobinya mengamankan gereja saat perayaan natal. Ketika mereka tiba-tiba sok menjadi pahlawan dengan mengawal pasangan non-muslim yang akan menikah, mereka sedang menjilat ludah sendiri. Mereka menghina Banser NU yang suka mengamankan gereja, namun mereka sendiri juga tiba-tiba sok akrab dengan non-muslim. Saya rasa hal ini memang sangat disengaja.
Ketiga, mereka mengatakan mereka membenci orangnya, bukan agamanya. Ini merupakan sindiran mengapa mereka melakukan aksi untuk menjegal Ahok. Ini pernyataan yang ambigu. Mereka sering membuat standar ganda.
Di satu sisi, mereka menggembor-gemborkan agar warga Jakarta tidak memilih Ahok karena umat Islam haram memilih pemimpin non-muslim. Harusnya kalau ucapan mereka konsisten bahwa yang mereka benci adalah perilakunya, bukan agamanya, saya kira tak ada masalah ketika ada non-muslim yang mencalonkan diri sebagai gubernur. Selain undang-undang juga menjamin haknya, larangan memilih pemimpin non-muslih masih debatabele. Tidak sedikit ahli tafsir yang sepakat dengan pendapat diperbolehkannya memilih pemimpin non-muslim.
Untuk menangkal argumen di atas, mereka menambahkan standar baru. Kemudian mereka membuat standar bahwa mereka bukan membenci agama Ahok tapi perilakunya. Padahal mereka sebelumnya menyatakan bahwa haram memilih pemimpin non-muslim secara mutlak tanpa embel-embel apa pun. Ketika faktanya banyak ahli tafsir yang tidak sepakat dengan pendapat mereka, mereka membuat standar tambahan bahwa Ahok tidak layak jadi Gubernur karena perilakunya buruk.
Gerakan mereka untuk menjegal Ahok sangat masif dan terencana. Ada kekuatan politik yang tidak ingin Ahok menjadi gubernur. Setelah mereka gagal menyerang agama Ahok, mereka membidik perilakunya. Perilaku Ahok mereka jadikan alasan untuk terus melakukan aksi-aksi untuk menjegal Ahok.
Alasan ini juga sebenarnya sangat mudah dibantah. Apakah perilaku Ahok buruk? Saya rasa warga asli Jakarta tidak sedikit yang telah merasakan bagaimana Ahok mampu memperbaiki kondisi Jakarta. Bahwa Ahok orangnya dinilai kurang sopan, bicaranya kasar, ceplas-ceplos, dan gampang marah saya rasa itu bagian dari kelemahan dia yang sangat wajar dan manusiawi. Rizieq Syihab yang katanya ulama juga memiliki gaya bicara yang kasar, mengintimidasi, lantang, dan sering melakukan penghinaan.
Kesimpulannya, aksi pengawalan FPI kepada pasangan non-muslim yang akan menikah tidak lebih sandiwara murahan dan pencitraan. Mereka ingin memperbaiki citra mereka yang sudah terlanjur buruk di mata masyarakat muslim, maupun non-muslim.
Mungkin seperti itu….
https://seword.com/author/saefudin/

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,alumni MAN Ende,1,AMAN Flobamora,1,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,apel gelar pasukan,1,ASDP,1,ASF,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Babi,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan beras kapolri,1,bantuan rumah,1,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,Bawaslu Ende,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Benny K Harman,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,8,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,camat nangapanda,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,31,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Danau Kelimutu,1,Deklarasi,2,demo sopir angkot,1,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dharma Lautan Utama,1,Dihapus,2,Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende,1,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,4,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,3,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,235,Ende lio,1,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Esthon Funay,2,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,FKUB ENDE,1,Flores,234,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Ganjar Pranowo,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,Gerindra,1,GMNI,4,GMNI Ende,1,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hari Raya Idul Fitri,2,Hari santri,1,Hate Speech,3,Headline,1494,Hewan Kurban,1,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,HMI Ende,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI,1,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Iptu Yohanes Lede,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,jembatan Uma Sawa,1,Johan Fredikson Yahya,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,kades Jegharangga,1,Kadin,2,KAHMI,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karel Lando,1,Karhutla,1,kasus pidana,1,Kawasan hutan industri,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,2,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,khitanan massal,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,33,KPK,4,KPU,1,KPU Kabupaten Ende,1,KPU NTT,1,KPUD Ende,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,lagi daerah Ende Lio,1,larantuka,2,LDII,1,lebaran ketupat,1,Lembata,574,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,lomba pop singer,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,madama,1,Madrasah Negeri Ende,1,Magepanda,1,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,makanan kadaluarsa,1,Makar,3,Maksimus Deki,1,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,masyarakat adat,1,Maxi Mari,1,Maxim,2,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mensi Tiwe,2,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Goreng,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Moke,1,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,muswil VIII Muhammadiyah NTT,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Natal dan Tahun Baru,3,Nataru,2,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,11,NU,6,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,onekore,1,operasi lilin,1,Operasi Turangga,2,Opini,214,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,46,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,paroki onekore,1,Partai Berkarya,1,Partai Gerindra,1,partai Perindo,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,pekerja migran,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilihan Wabup Ende,1,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pemilu 2024,10,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,persatuan bangsa,1,persatuan dan kesatuan,1,persatuan Indonesia,3,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,pesta demokrasi,1,Petani,1,Philipus Kami,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKP,1,PKS,2,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,3,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,8,Polri,3,Polsek Detusoko,1,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,PT Asia Dinasti Sejahtera,2,PT Pratama Yahya Abadi,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RD SIPRI SADIPUN,1,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Restorative justice,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rumah janda,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,39,Sandiaga Uno,1,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,serbuan vaksin maritim TNI AL,1,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,134,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,83,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,49,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,9,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Turnamen Futsal,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,3,Vaksin Sinovac,2,Virus Babi,1,Wakil Bupati Ende,2,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,Yohanes borgias Riga,2,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Akting FPI yang Sangat Memuakkan di Aksi 112
Akting FPI yang Sangat Memuakkan di Aksi 112
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAZhrtFOWdouTwNsjAqM3voyIeV0IGhZVXrW0NOqELWdXwBQYhTP_2H-dW0C8dTBrVPLo9q5AjqzwkcJRdAr-dgIMrg4Hk1JWszaCaMvmqh4c9BZaTc5x-8YD21c6-1XwX99lYcV4ipq4Z/s320/FPI15.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAZhrtFOWdouTwNsjAqM3voyIeV0IGhZVXrW0NOqELWdXwBQYhTP_2H-dW0C8dTBrVPLo9q5AjqzwkcJRdAr-dgIMrg4Hk1JWszaCaMvmqh4c9BZaTc5x-8YD21c6-1XwX99lYcV4ipq4Z/s72-c/FPI15.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2017/02/akting-fpi-yang-sangat-memuakkan-di.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2017/02/akting-fpi-yang-sangat-memuakkan-di.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin