Jika Minyak Tanah Masih Langka Hingga 19 April, Disperindag Ende Akan Terapkan Mekanisme Operasi Pasar

BAGIKAN:

 


WartaNTT.com, Ende – Kelangkaan minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Ende mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Masyarakat kesulitan mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan banyak yang rela membeli dengan harga tinggi demi mendapatkan minyak tanah.

 

Kelangkaan tersebut masih terasa hingga saat ini. Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya melakukan inspeksi lapangan demi mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan dan mengawal pendistribusian agar bisa sampai kepada konsumen sesuai peruntukannya.

 

Jika kelangkaan minyak tanah tidak bisa teratasi hingga hari Senin 19 April 2021, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Ende akan menerapkan mekanisme operasi pasar agar minyak tanah bersubsidi bisa tersalur sampai ke masyarakat sesuai peruntukannya.

 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende Kanis Se saat ditemui di ruang kerjanya, pada hari ini Kamis (15/04/2021).

 

Dikatakannya kelangkaan minyak tanah bersubsidi telah dipantau pihaknya sejak tanggal 31 Maret 2021. Sejak saat itu masyarakat diketahui telah kesulitan mendapatkan minyak tanah dan mulai mencari kemana-mana.

 

"Mulai diketahui langka itu pada tanggal 31 Maret 2021, itu pertama mulai terdeteksi oleh kami, ada juga laporan kepada petugas kami dan kita melihat masyarakat sudah mencari kemana-mana, itu berdekatan dengan Hari Raya Paskah", tutur Kanis.

 

Setelah mendapatkan informasi terkait kelangkaan tersebut, pihaknya langsung melakukan inspeksi ke pangkalan-pangkalan minyak tanah untuk mengecek stok. Berdasarkan temuan lapangan saat pengecekan di 70 pangkalan tidak ada satupun yang memiliki stok minyak tanah.

 

"Setelah ada informasi seperti itu, kita di tanggal 2 dan 3 April 2021 itu, kita langsung turun ke lokasi untuk mengecek kelangkaan, kami turun ke 70 lokasi dan dari 70 lokasi itu semuanya tidak ada. Secara umum di wilayah Ende Utara relatif tersedia stoknya. Sedangkan Ende Selatan, Ende Timur dan Ende Tengah semuanya kosong", tuturnya lagi.

 

Kanis menyampaikan di wilayah Kabupaten Ende terdapat empat agen besar penyalur minyak tanah yakni UD. Anggrek Sentosa, PT. Triguna Mandiri, PT. Surya Pratama dan CV. Bintang. Keempat agen tersebut melayani penyaluran kepada 824 pangkalan resmi minyak tanah yang mana 90% pangkalan tersebut berada di wilayah dalam kota Ende dan Kec. Ndona.

 

Selanjutnya pada tanggal 6 April 2021, pihaknya meminta data distribusi minyak tanah keempat agen tersebut namun hanya dua agen yang bersedia menyerahkan data yakni PT. Surya Pratama dan CV. Bintang. Sementara UD Anggrek Sentosa dan PT Triguna Mandiri tidak bersedia menyerahkan data distribusi mereka.

 

Berdasarkan data distribusi tersebut, Kanis Se menemukan adanya perbedaan perilaku pendistribusian oleh para agen penyalur.

 

"Kita melihat ada perbedaan perilaku dalam distribusi minyak tanah. Ada agen-agen yang memberikan pangkalan melebihi kuota. Sebagai contoh, kuota suatu pangkalan itu katakanlah 600 liter atau 6 drum untuk 1 bulan ternyata bisa didistribusikan sampai dengan 4.000-5.000 liter," jelasnya.

 

Menurutnya penyebab kelangkaan adalah adanya ketidakmerataan distribusi minyak tanah di dalam wilayah Kabupaten Ende khususnya di kota. Kemudian yang kedua, kelangkaan terjadi akibat para pengelola pangkalan minyak tanah menjual minyak tanah ke luar wilayah dan ke pasar. Yang ketiga, ada juga temuan lapangan bahwa adanya pengisian minyak tanah oleh agen kepada penjual non pangkalan di Kecamatan Ende Timur dan Ende Selatan.

 

Ketika ditanyakan apakah minyak tanah bersubsidi tersebut juga digunakan di luar kebutuhan rumah tangga, dirinya menjelaskan bahwa sesuai regulasi minyak tanah bersubsidi bisa dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga, kebutuhan industri kecil dan menengah serta di warung-warung. Pihaknya belum menemukan adanya indikasi distribusi atau penimbunan untuk kepentingan industri besar.

 

Hal lain yang ditemukan di lapangan adalah para penjual menjual minyak tanah dengan harga yang sangat tinggi, sementara harga eceran tertinggi per liternya adalah Rp. 4000,- atau Rp. 20.000 per jerigen 5 liter.

 

Kanis menegaskan jika ada penjualan melebihi dari harga yang ditentukan maka telah melanggar SK Bupati Ende Nomor : 399 tahun 2017 dan Keputusan Bupati Ende Nomor : 231 tahun 2013. Terhadap pelanggaran tersebut akan diberikan tindakan penegakan aturan dengan pencabutan ijin terhadap 10 pangkalan.

 

Menyikapi kelangkaan yang kerap terjadi setiap tahunnya dirinya menghimbau agar para camat dan lurah mendirikan Bumdes seperti yang ada di Kecamatan Ende Utara agar harga jual minyak tanah lebih murah dan pengawasan lebih mudah. (FR)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,badai seroja,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,5,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,BIN,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,23,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,112,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,122,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,2,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1493,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT Kopssus Ke-69,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,KOBAME NTT,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Kopassus,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,4,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,431,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,11,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,Partai Berkarya,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,2,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,3,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,12,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,27,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,1,Vaksin Sinovac,2,Wakil Bupati Ende,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Jika Minyak Tanah Masih Langka Hingga 19 April, Disperindag Ende Akan Terapkan Mekanisme Operasi Pasar
Jika Minyak Tanah Masih Langka Hingga 19 April, Disperindag Ende Akan Terapkan Mekanisme Operasi Pasar
https://1.bp.blogspot.com/-MwnY30rXods/YHhXocySwkI/AAAAAAAAR6I/HbpeRwfp1TkZMgBCqVkhz1IOVmVIWh9swCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2021-04-15%2Bat%2B15.31.30%25281%2529.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-MwnY30rXods/YHhXocySwkI/AAAAAAAAR6I/HbpeRwfp1TkZMgBCqVkhz1IOVmVIWh9swCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2021-04-15%2Bat%2B15.31.30%25281%2529.jpeg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2021/04/jika-minyak-tanah-masih-langka-hingga.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2021/04/jika-minyak-tanah-masih-langka-hingga.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin