Wartantt.com,
SBD - Toleransi dan Kerukunan antara umat
beragama saat ini mulai menjadi suatu
yang agak mahal harganya. Hal ini terlihat dari realita yang terjadi di negeri
ini. Kaum intoleran meraja lela, membakar rumah ibadah, melarang pembangunan
rumah ibadah, membubarkan ibadah dan lain sebagainya.
Negara
yang berlandaskan Pancasila dengan semboyan yang paling unggul dan terkenalnya
“Bhineka Tunggal Ika” mengalami ujian yang cukup berat akhir akhir ini. Ada
pihak pihak yang tega mengatas namakan
agama untuk meloloskan kepentingan keserakahannya akan kekuasaan dan kekayaan. Agama di satu pihak menjadi dipertanyakan kebenaran theologisnya
yang sangat luhur, dipihak lain agama menjadi komoditas yang gampang dibelok
dan dimanfaatkan. Semua orang mengetahui bahwa tiada satupun agama yang
mengajarkan perpecahan, permusuhan dan penindasan serta kebencian. Namun
realitanya ada oknum yang seolah mendewakan hal yang justru tidak diajarkan
oleh agama tersebut. Sialnya, orang orang yang memiliki pemahaman yang masih
dangkal menjadi pengikut yang fanatik terhadap ajaran oknum oknum ini.
Walaupun
demikian masih ada banyak orang yang menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi
antar umat beragama. Hal ini sangat terlihat secara kentara dan kental di
Propinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah yang terkenal miskin ini memiliki rasa toleransi dan kerukunan umat beragama yang
sangat dapat diacungkan jempol dan menjadi contoh untuk daerah lain. Kehidupan
bersama saling berdampingan sebagai sesama saudara walaupun berbeda keyakinan
sudah menjadi suatu yang biasa di NTT ini. Bahkan terlibat dalam perayaan besar
agama lain seolah menjadi suatu kewajiban bagi orang NTT.
Pada
semua daerah di NTT terjadi penampakan yang sama. Toleransi dan kerukunan
antara umat beragama diperlihatan secara kental. Di Sumba Barat Daya misalnya
toleransi dan kerukunan antara umat beragama ini ditunjukan dengan keterlibatan
umat terutama kaum muda dalam mensukseskan perayaan keagamaan.
Hal
ini terlihat secara sangat jelas ketika pembukaan STQ di Masjid Agung Alfalah Waitabula
kelompok Paduan Suara yang merupakan kumpulan orang muda dari Gereja di
Waitabula menyanyikan lagu rohani
bernuansa universal untuk meriahkan kegiatan pembukaan tersebut. Sementara itu
pada saat perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha Orang Muda Katolik bekerja sama
dengan Remaja Masjid menjadi penanggung jawab keamanan perayaan. Demikian juga
sebaliknya pada perayaan Natal maupun Paskah, Remaja Masjid bekerja sama dengan
Orang Muda Katolik menjadi penanggung jawab keamanan perayaan.
Dalam
perayaan Paskah Tahun 2017 ini Remaja Masjid kembali bersinergi dengan OMK
Paroki Kathedral dan bekerja sama dengan
pihak aparat keamanan menjadi penanggungjawab keamanan perayaan. Hal ini
dikatakan oleh Pastor Paroki Katedral Waitabula Rm Louis Keban saat ditemui
wartantt di sela sela kesibukan persiapan menjelang Tri hari Suci dan Paskah.
“Suda
biasa setiap tahun baik Natal maupun Paskah Remaja Masjid dengan OMK urus keamanan. Demikian juga pada perayaan
Lebaran OMK dan Remaja Masjid menjadi penanggung jawab keamanan. Pihak Remaja
Masjid sudah memastikan kalau Paskah
tahun ini juga mereka ikut jadi keamanan” demikian Rm Louis.
Perayaan
Pekan Suci dan Paskah tahun ini sebagaimana biasanya dirayakan dengan dua kali
perayaan Ekaristi setiap hari mulai dari Kamis Putih. Sementara itu pada Jumad
Agung diadakan Jalan Salib mengelilingi hampir separuh Kota Weetebula.
Rm
Louis menitipkan pesan Paskah kepada semua pihak bahwa hidup kita sangat
tergantung kepada alam lingkungan. Oleh karena itu marilah kita berdamai dengan alam lingkungan di sekitar
kita. Sejalan dengan dicanangkannya tahun 2017 sebagai Tahun Ekologi maka
Gereja semesta dengan Perayaan Paskah Tahun ini mengajak semua pihak untuk
ramah terhadap lingkungan alam, ramah terhadap sesama dan ramah terhadap diri
sendiri.
OMK
Paroki Katedral dan Remaja Masjid Agung Alfalah Waitabula memang merupakan dua
organisasi pemuda keagamaan yang selalu kompak dalam kegiatan keagamaan baik
Kristen, Katolik maupun Islam. Mereka secara spontan digerakan oleh hati nurani
mereka untuk turut terlibat sejauh memungkinkan. Hal ini menjadi suatu yang
sangat membanggakan, di mana kaum muda yang adalah masa depan bangsa yang
Berbhineka Tunggal Ika ini menjunjung tinggi keberagaman dan saling menghargai
serta mendukung satu sama lain. (EDY)
KOMENTAR