Masyarakat Wilayah KEDANG-LEMBATA siapkan diri Jalani Proses Pemekaran 2 Kecamatan

BAGIKAN:


WartaNTT.com, LEMBATA – Penantian masyarakat sejak tahun 2004 akan pembentukan wilayah Kecamatan baru diwilayah Kedang, “Uyelewun Raya” (Kecamatan Buyasuri dan Kecamatan Omesuri) semakin menunjukkan titik terangnya melalui Seminar awal Studi kelayakan Pemekaran Kecamatan Omesuri dan Kecamatan Buyasuri di Kabupaten Lembata, hasil kerjasama Bagian Pemerintahan Setda Kab Lembata dengan LPPM Undana-Kupang, bertempat di aula Kantor Bupati Lembata, Rabu (01/08/2018) yang dihadiri perwakilan tokoh masyarakat wilayah Kedang bersama Camat masing-masing.
Tentunya kabar gembira bagi masyarakat Lembata ini akan segera ditindaklanjuti dengan pertemuan Focus Discussion Group (FGD) yang direncanakan berlangsung dalam minggu ke-2 bulan Agustus 2018 bertempat di masing-masing Kecamatan induk guna memulai pelaksanaan kajian naskah akademik yang direncanakan selama 60 hari guna memenuhi persyaratan pemekaran Kecamatan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Lembata, Drs. Fransiskus Emi Langoday mewakili Bupati Lembata yang menerima kehadiran Tim Kajian dari Universitas Nusa Cendana Kupang antara lain Asdir II Pasca Sarjana, Dr. Agus Nalle, M.Si selaku Ketua Tim, didampingi 2 orang anggota tim yakni Kepala Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN), Ir. Melkianus Tiro, M.Si dan Dosen FKIP Geografi, Dr. Hamzah Wulakada, merasa bersyukur atas pola kemitraan yang terjalin antara Pemkab lembata dengan Undana-Kupang.
Dalam sambutannya Emi Langoday mengapresiasi dukungan Camat dan tokoh masyarakat wilayah Kedang, “Camat tentunya mempunyai peran strategis membantu kepala daerah dalam tugas pemerintahan umum sebagai perpanjangan tangan Bupati untuk melaksanakan sebagian kewenangan pusat yang berada di Kecamatan termasuk koordinasi dalam penyiapan syarat utama pemekaran Kecamatan yakni syarat teknis, administratif, dan fisik kewilayahan yang wajib dipenuhi”.
Kehadiran perwakilan tokoh Uyelewun Raya saat ini juga untuk memberikan masukan sehingga menambah kajian dalam pemenuhan syarat-syarat pemekaran wilayah kedepannya”.
Dengan dukungan dari seluruh unsur masyarakat, maka Tim kajian mengharapkan dalam kegiatan yang digelar minggu depan, seluruh tokoh adat dan lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Buyasuri dan Omesuri hadir untuk berdiskusi bersama”.
Emi Langoday melanjutkan “Terkait pembebasan lahan agar disiapkan dengan baik oleh masyarakat termasuk seluruh dokumen administrasi dan teknisnya di lapangan. Sedangkan untuk lokasi Ibukota Kecamatan, agar dibicarakan bersama serta memperhatikan hasil kajian dan dampak bagi pertumbuhan wilayah masing-masing”.
Dukungan politik DPRD Lembata tentu menjadi penentu akhir dalam pembentukan Kecamatan sehingga pihak pemerintah dan masyarakat perlu menyiapkan diri, menyiapkan data dan argumentasi yang tepat” ujarnya.
Sementara itu Ketua Tim Kajian Akademik, Dr. Agus Nalle, M.Si dalam pemaparannya mengatakan “Saat ini merupakan seminar tahapan awal sehingga diharapkan adanya masukan dari peserta yang hadir mengingat pelayanan publik dapat tercapai jika wilayahnya dapat dijangkau secara efektif dan efisien dimana urgensi pemekaran wilayah yang dilakukan guna pemenuhan aspek filosofis, perencanaan wilayah, sosiologis, budaya dan aspek Ekonomi.
Perlu disyukuri rencana pemekaran 2 Kecamatan ini berasal dari aspirasi masyarakat sejak tahun 2004. Tugas kajian yang akan dilakukan nantinya untuk menggali masalah dan tujuan antara lain urgensi pemekaran, kelayakan, calon Ibukota Kecamatan, serta proyeksi pengembangannya.
Agus Nalle menekankan “Keberadaan Tim kajian bukan memberikan keputusan namun merekomendasikan sejumlah alternatif berdasarkan kelayakan yang ada, karena keputusan final pemekaran adalah keputusan politik dan bukan ranah tim kajian”.
Semoga dengan keinginan masyarakat akan adanya Kecamatan baru diwilayah Kedang dapat terwujud melalui kesepakatan bersama khususnya mempersiapkan syarat-syarat yang diatur oleh Undang-Undang terkait pembentukan Kecamatan sebagaimana tertuang dalam PP 17/2018 tentang Kecamatan” ujarnya.
Pantauan WartaNTT dalam kegiatan dialog, perwakilan tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik jika pemekaran 2 wilayah di Kedang terwujud karena sudah sejak lama diinginkan serta bersedia mempersiapkan syarat-syarat teknis yang perlu guna mendukung proses pembentukan Kecamatan baru di wilayah Kedang.
Informasi yang dihimpun WartaNTT,  rencana pemekaran 2 wilayah Kecamatan yakni berada diwilayah bagian Selatan meliputi 10 Desa dari Kecamatan induk Omesuri yakni Desa Aramengi, Leubatang, Mahal, Mahal II, Meluwiting, Meluwiting I, Nilanapo, Pausawa, Walang Sawah, dan Desa Wowong yang akan membentuk 1 Kecamatan baru, serta 10 Desa dari Kecamatan induk Buyasuri yakni Desa Atu Wa’lupang, Atulaleng, Bean, Benihading, Benihading II, Leuburi, Loyobohor, Panama, Roho, Tubung Walang yang juga akan membentuk 1 Kecamatan baru.
Sementara itu, anggota Tim, Ir. Melkianus Tiro, M.Si dan Dr. Hamzah Wulakada dalam merespon tanggapan peserta kegiatan mengatakan “Kegiatan Seminar pendahuluan yang dilakukan saat ini dimaksud agar indikator dalam pembentukan Kecamatan menjadi perhatian tokoh masyarakat sehingga saat Tim kajian teknis turun ke lapangan, maka informasi awal yang perlu disampaikan kepada masyarakat sudah clear khususnya dalam pembebasan lahan. Hasil Studi kelayakan yang tertuang dalam naskah akademik nantinya menjadi perhatian utama Pemerintah pusat, serta DPRD Kabupaten Lembata dalam memberikan keputusan politiknya nanti juga memperhatikan hasil kajian akademik ini”. (Kris Kris)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,2,Bulutangkis,2,BUMN,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,coklit KPU,2,Cukai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,1,Divestasi,1,DIY,1,Donggala,1,DPR,2,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,255,Ekspor,1,Emas,1,Ende,12,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,Festival Sandelwood,1,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,23,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,1,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,984,Hiburan,12,HMI,1,Hoaks,10,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT RI ke 73,2,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,1,Ideologi,17,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,152,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jokowi,125,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,168,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,2,Mahfud MD,1,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Milenial,1,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,3,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,Nasional,1398,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,1,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,9,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,187,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,2,Pasar,1,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,1,pemilu,2,Pemilu 2019,24,Pencak Silat,1,Pendidikan,6,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,4,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,17,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,1,PNS,1,Poling,1,Politik,61,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,3,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,42,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,81,Sri Mulyani,6,Startup,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,19,sumba barat,5,Sumba Barat Daya,161,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,45,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,1,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,7,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Masyarakat Wilayah KEDANG-LEMBATA siapkan diri Jalani Proses Pemekaran 2 Kecamatan
Masyarakat Wilayah KEDANG-LEMBATA siapkan diri Jalani Proses Pemekaran 2 Kecamatan
https://4.bp.blogspot.com/-UFX1zFX6R_I/W2FyPIMuqeI/AAAAAAAAJpk/3N81D4i2d4Mpt1GnqByRAlwr7ELhw3rpwCLcBGAs/s400/20180801_100758.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-UFX1zFX6R_I/W2FyPIMuqeI/AAAAAAAAJpk/3N81D4i2d4Mpt1GnqByRAlwr7ELhw3rpwCLcBGAs/s72-c/20180801_100758.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2018/08/masyarakat-wilayah-kedang-lembata.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2018/08/masyarakat-wilayah-kedang-lembata.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin