Korban Pengeroyokan Dan Penganiayaan di Desa Tana Mete Meminta Keadilan

BAGIKAN:

istri korban dan perwakilan keluarga

Wartantt.com--SBD; Korban pengeroyokan dan penganiayaan di Desa Tana Mete Kecamatan Kodi Balaghar Ruben Rendi Gheda meminta keadilan kepada pihak kepolisian. Pasalnya sampai saat ini kasus tersebut belum jelas penanganannya oleh penegak hukum setempat. Justru kasus ini dipelintir dan menjadikan Ruben yang berdomisili di Dusun Waikabala yang sebenarnya adalah korban,  menjadi tersangk. Demikian di sampaikan oleh Dominggus Ana Lete perwakilan keluarga korban ketika jumpa pers pada sabtu(16/02) kemarin malam.

Dominggus Ana Lete mengatakan bahwa  penganiayaan tersebut terjadi sejak hari minggu(13/01) sekitar pukul 11:00 WITA. Selain Ruben Rendi yang dijadikan tersangka, ada enam orang lainnya yang juga dijadikan tersangka. Sehingga dirinya meminta keadilan kapolda NTT supaya kasus tersebut dapat diusut tuntas sampai jelas apa yang melatar belakangi Kepala Desa Tana Mete Wora Mahendok bersama temannya atas nama Yakub Bani dan Rudolf Radu Dawa yang melakukan pengeroyokan dan Penganiayaan.

Dominggus menjelaskan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2018 Ndara Pangga yang beralamat di Dusun Rada Tana Desa Kodi Balaghar Kabupaten SBD hendak membeli hewan yang berupa sapi milik Ruben Rendi Gheda yang harganya Rp. 13.000.000,-. Namun Ndara Pangga belum memiliki uang tunai. Tetapi karena kebutuhan pembeli sangat mendesak, akhirnya Ruben memberikan sapinya dengan jaminan dua unit sepeda motor.

Adapun saksi dalam jual beli tersebut  diantaranya Ndara Mere sebagai sesaksi pembeli dan Herman Gheda Danga sebagai saksi penjual. Dalam kesepakatan/perjanjian jual beli tersebut lanjut Dominggus target waktunya untuk menebus dua unit motor yang menjadi jaminan disepakati  hanya sepuluh hari, terhitung dari 27 Oktober 2018 sampai dengan 5 November 2018.

Selanjutnya tanpa sepengetahuan Ruben Rendi Gheda sebagai pemilik sapi,  dua bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2019, pembeli Ndara Pangga datang kepada Herman Gheda Danga untuk menebus motor. Namun Herman Gheda Danga tidak berada di tempat dan disarankan untuk ketemu dirumahnya kepala Desa Tana Mete. Karena mendengar informasi tersebut, maka datanglah istri kepala Desa Waimaringi dn memberitahukan kepada Ruben  bahwa dua unit sudah ditebus oleh pembeli sapi.

Mendengar berita tersebut Ruben Rendi Gheda mencari Herman Gheda Danga yang adalah saksi penjual untuk menayakan kepastian kedua unit motor yang sudah ditebus oleh pembeli sapi. Berdasarkan informasi dari Istrinya Kepala Desa Waimaringi lanjut Dominggus bahwa Herman Gheda Danga berada di rumahnya Kepala Desa Tana Mete. Ruben langsung menuju kerumahnya Kepala Desa Tana Mete. Kedua unit motor itu lagi kata Dominggus memang berada di rumahnya kepala Desa Tana Mete. Ketika pemilik sapi mengambil motornya jelas Dominggus Kepala Desa Tana Mete langsung keluar lewat jendela dan mengatakan bahwa motor tersebut tidak boleh di ambil.  Dengan alasan motor tersebut sudah ditebus oleh Ndara Pangga di tangan saksi penjual.

Lebih lanjut Dominggus menuturkan bahwa aksi kekerasan pun terjadi ketika pemilik sapi tetap mengambil motor itu. Kepala Desa Tana Mete beserta Yakub Bani dan Rudolf Radu Dawa mengeroyok pemilik sapi sampai jatuh pingsan. Saat itu kata Dominggus bahwa ada seorang yang bernama Angga yang menyaksikan kejadian tersebut dan langsung ke rumah korban untuk menyampaikan informasi tersebut. Maka disaat itu pun keluarga korban lanjut Dominggus langsung menuju TKP untuk membantu korban yang sementara pingsan. Namun sayangnya kata Dominggus saat itu terjadi pula saling lempar batu antara kedua belah pihak. Peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan ini  langsung dilaporkan kepada pihak Polsek Kodi. Serta korban tersebut jelas Dominggus sudah di visum oleh Puskesmas Walla Ndimu. Hasil visum sudah ditangan penegak hukum. Dirinya pun mengharapkan supaya kapolda NTT untuk proses dan mengusut tuntas kasus ini.

"Kami sudah percayakan kepada penegak hukum untuk menyelesaikannya,  namun kasus ini terkesan dipetieskan. Justru laporan kepala Desa Tana Mete yang ditanggapi dengan menangkap Ruben Rendi Gheda bersama enam orang lainnya dan dijadikan tersangka.  Untuk itu dengan kronologis masalah tersebut, kami patut menduga bahwa ada skenario terselubung untuk mengaburkan dan menghilangkan harga hewan kami bahkan kami yang sebenarnya pemilik hewan malah dijadikan tersangka yang sebenarnya nota bene sebagai korban,"  tutur Dominggus.

Sementara itu istri korban yang juga hadir dalam jumpa pers Dorkas Ina Kaka membenarkan peristiwa yang menimpah suaminya. Ia mengatakan bahwa perjanjian yang sebenarnya harus ditepati tidak lagi diindahkan oleh pembeli hewan milik suaminya. Sebenarnya lagi kata Dorkas bahwa dalam kegiatan jual beli saat itu tidak ada sepersen pun uang yang diberikan oleh pembeli. Hanya karena kebutuhan pembeli yang sudah sangat mendesak, maka diberikannya sapi itu dengan jaminan dua unit sepeda motor. Namun Dorkas menyayangkan tindakan yang sudah dilakukan oleh pembeli.

Lebih lanjut Dorkas menuturkan bahwa peristiwa tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Namun sampai saat ini kata Dorkas, belum ada konfirmasi informasi dari kepolisian. Sehingga Dirinya pun sangat mengharapkan supaya penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan membantu keluarganya yang sudah menjadi korban.

"Saya tidak pernah menduga akan begini hasilnya ketika kami sudah mencoba membantu orang,  padahal kami tidak punya apa-apa juga,  hanya mau membantu saja,  tetapi bantuan kami pun dibalas dengan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap suami Saya. Saya sangat berharap supaya pihak penegak hukum dapat memberikan keadilan untuk kami rakyat kecil. Apa lagi kami diposisi benar serta sudah menjadi korban,"tutup Dorkas.

Sampai berita ini dinaikan mantan kepala Desa Tana Mete Wora Mahendok yang juga disebut sebagai pelaku penganiayaan dan pengeroyokan belum bisa dikonfirmasi oleh media.(Rn/06)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,2,Bulutangkis,2,BUMN,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,coklit KPU,2,Cukai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,1,Divestasi,1,DIY,1,Donggala,1,DPR,2,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,255,Ekspor,1,Emas,1,Ende,12,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,Festival Sandelwood,1,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,23,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,1,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,969,Hiburan,12,HMI,1,Hoaks,10,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT RI ke 73,2,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,1,Ideologi,17,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,152,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jokowi,125,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,167,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,2,Mahfud MD,1,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Milenial,1,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,3,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,Nasional,1383,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,1,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,9,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,187,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,2,Pasar,1,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,1,pemilu,2,Pemilu 2019,24,Pencak Silat,1,Pendidikan,6,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,4,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,17,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,1,PNS,1,Poling,1,Politik,61,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,3,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,42,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,81,Sri Mulyani,6,Startup,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,19,sumba barat,5,Sumba Barat Daya,161,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,45,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,1,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,7,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Korban Pengeroyokan Dan Penganiayaan di Desa Tana Mete Meminta Keadilan
Korban Pengeroyokan Dan Penganiayaan di Desa Tana Mete Meminta Keadilan
https://1.bp.blogspot.com/-eVgwWCSdCvg/XGnsM-IYazI/AAAAAAAAMNA/XrVNWvfcjB8EIbLFN0XGGzbrQ3oJaaQGQCLcBGAs/s320/IMG-20190216-WA0014.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-eVgwWCSdCvg/XGnsM-IYazI/AAAAAAAAMNA/XrVNWvfcjB8EIbLFN0XGGzbrQ3oJaaQGQCLcBGAs/s72-c/IMG-20190216-WA0014.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2019/02/korban-pengeroyokan-dan-penganiayaan-di.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2019/02/korban-pengeroyokan-dan-penganiayaan-di.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin