Mahfud MD : Pilpres Tidak Ada Kaitannya dengan Aqidah

BAGIKAN:


wartantt.com -- Pengalaman Indonesia dalam menghadapi musim pemilu sudah terbiasa. Dalam periode pemilu sebelumnya pada tahun 2004, 2009, dan 2014 memang sudah terjadi hal kontroversial seperti ini.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan bahwa pemilu tahun ini adalah pemilu yang paling panas, karena pada pemilu sekarang bukan hanya masalah figur yang dipersoalan melainkan juga dicampurbaurkan dengan masalah ideologis.
“Menurut saya diharapkan umat Islam itu menyadari bahwa sebenarnya ndak ada masalah aqidah yang dipertaruhkan di dalam pemilu ini. Ini hanya memilih pemimpin semata-mata dan ini sejak dulu sudah berlangsung begitu, ndak ada pertaruhan aqidah di dalam pemilu ini,” terang Mahfud MD ketika ditemui oleh tim Harakatuna.com di Jakarta, Sabtu (1/5).
Prof Mahfud, sapaan akrab Mahfud MD, berkesimpulan bahwa sudah saatnya semua yang berselisih dalam pemilu dapat bersatu dengan melakukan rekonsiliasi antara pendukung satu dengan lainnya yang sedang bertentangan.
“Semuanya akan rugi kalau kita tidak segera menyadari untuk segera bersatu, ya rekonsiliasi politik. Meskipun ada yang mengatakan ndak ada rekonsiliasi wong ini ndak ada perpecahan. Kenyataannya kita, konflik politiknya agak panas begitu,’ tambah Mahfud.
Melalui rekonsiliasi tersebut, konflik di antara masyarakat akan mulai reda dan tidak ada perpecahan lagi di dalam masyarakat. Ketika rekonsiliasi tersebut tidak segera dilakukan, maka hal itu hanya akan menguntungkan pihak yang selama ini mengadu domba masyarakat, yaitu yang disebut Prof Mahfud sebagai pihak ketiga. “Yang diuntungkan pihak ketiga, yang selalu mengembus-hembuskan seakan-akan ada permusuhan yang mendalam antara dua kelompok yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berbeda” jelasnya.
Selain itu, prof Mahfud juga berharap bahwa di bulan Ramadan ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan rekonsiliasi. Melalui rekonsiliasi tersebut, lanjut prof Mahfud, akan makin mempersedikit imbas konflik dan perselesihan di dalam masyarakat.“Mumpung belum ada yang rugi atau ruginya belum terlalu banyak, lebih baik rekonsiliasi aja. Rekonsiliasi itu ada dua. Satu ya bergabung bersama-sama di dalam semua sektor kenegegaraan tapi bisa berbagi peran. Oke saya eksekutif Anda oposisi itu ndak apa-apa,” jelas prof Mahfud.
Rekonsiliasi tersebut sangat penting mengingat sengketa hasil pemilu presiden sudah banyak mengorbankan kepentingan umum. Sebab, di dalam Negara hukum, setelah dilakukan upaya-upaya demokratis maka kemudian harus menempuh masalah-masalah hukum. “Untuk menyatukan keberbedaan itu diperlukan demokrasi. Kalau demokrasi itu belum selesai ya kembali ke nomokrasi, yaitu hukum. Ketika sudah kembali ke hukum, ya sudah. Tidak ada pilihan lain. Hukum atau terus melawan. Kalau terus melawan artinya ditindak, kan begitu. Hanya itu kan pilihannya. Sehingga rekonsiliasi itu menjadi lebih penting,” tegas Mahfud MD.
Ketika disinggung mengenai adanya pelanggaran HAM dalam kerusuhan yang terjadi pada 21 hingga 22 Mei lalu, Mahfud MD mengatakan bahwa masyarakat bebas untuk mengutarakannya dan bisa diproses secara hukum. “Mengenai pelanggaran HAM, jika ada bukti maka sebaiknya dibuka secara transparan,” terang Mahfud.
Mengenai wacana yang berkembang belakangan ini bahwa yang menjadi korban sebagai mati syahid, Mahfud MD menegaskan bahwa tokoh masyarakat harus mengeluarkan statemen bahwa dalam peristiwa tersebut bukan disebut sebagai mati syahid. “Kalau diangkat ke terma-terma agama seperti itu, ya memang itu memancing emosi. Itulah yang hendaknya dihindari dan supaya diimbangi, diimbangi oleh tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh bahwa itu bukan (bukan syahid, red.). Itu korban biasa dari sebuah kerusuhan,” terangnya.
Mahfud MD hanya mengatakan supaya masyarakat lebih menyerahkan semua hasil sengketa Pilpres kepada pengadilan. “Bisa jadi itu terjadi karena peluru nyasar atau hal lainnya itu kan nanti ada pengadilan. Nanti lah itu ketika di pengadilan,” pungkasnya.

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,2,Bulutangkis,2,BUMN,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,coklit KPU,2,Cukai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,1,Divestasi,1,DIY,1,Donggala,1,DPR,2,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,255,Ekspor,1,Emas,1,Ende,12,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,Festival Sandelwood,1,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,23,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,1,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1057,Hiburan,12,HMI,1,Hoaks,10,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT RI ke 73,2,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,1,Ideologi,17,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,152,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jokowi,125,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,171,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,2,Mahfud MD,1,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Milenial,1,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,3,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,Nasional,1469,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,1,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,9,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,189,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,2,Pasar,1,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,1,pemilu,2,Pemilu 2019,24,Pencak Silat,1,Pendidikan,6,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,4,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,17,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,1,PNS,1,Poling,1,Politik,61,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,3,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,42,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,81,Sri Mulyani,6,Startup,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,19,sumba barat,5,Sumba Barat Daya,161,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,45,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,1,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,7,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Mahfud MD : Pilpres Tidak Ada Kaitannya dengan Aqidah
Mahfud MD : Pilpres Tidak Ada Kaitannya dengan Aqidah
https://1.bp.blogspot.com/-A_CQd2wtVpU/XPXpjTF55ZI/AAAAAAAANQQ/Il5378tK2H4SVyI1iZ-ju0QwDEwdOV7GACLcBGAs/s320/Mahfud%2BMD2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-A_CQd2wtVpU/XPXpjTF55ZI/AAAAAAAANQQ/Il5378tK2H4SVyI1iZ-ju0QwDEwdOV7GACLcBGAs/s72-c/Mahfud%2BMD2.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2019/06/mahfud-md-pilpres-tidak-ada-kaitannya.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2019/06/mahfud-md-pilpres-tidak-ada-kaitannya.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin