Kasus Reaktif Bertambah, Pemkab LEMBATA Kaji Ulang Longgarkan Aktivitas Ibadah

BAGIKAN:

WartaNTT.com, LEMBATA – Pemkab Lembata akan mengkaji ulang rencana melonggarkan aktivitas peribadatan usai diketahui terdapat 4 orang warga Lembata (pelaku perjalanan) asal wilayah Kecamatan Nubatukan, yang sebelumnya tergabung dalam rombongan Ijtima tabliqh akbar di Gowa-Sulsel, pertengahan Maret lalu. Dimana 1 orang pelaku perjalanan tersebut status rapid testnya Reaktif dan saat ini sedang menjalani isolasi di RSUD Lewoleba.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST.,MT kepada sejumlah awak Media di Kuma Resort-Waijarang, Jumat (01/05/2020).
Setelah kita mendengar pengumuman Gugus Tugas Covid-19 Prov. NTT hari kemarin (30/04) ada 9 orang status Positif Covid-19, dimana 2 orang diantaranya merupakan peserta Tabliqh Akbar di Gowa-Sulsel, sehingga Gugus Tugas Lembata lakukan tracking dan diketahui ada 4 orang warga Lembata juga ikut kesana”.
Semalam sudah dijemput dan lakukan Rapid Test, hasilnya diketahui 1 orang inisial P8 positif. Tentunya Rapid Test sebagai upaya deteksi dini dimana belum terkonfirmasi Positif Covid-19, nanti akan diambil sampel Swabnya untuk memastikan apakah positif atau negatif”.
Saat ini P8 sedang diisolasi di RSUD Lewoleba. Keluarga intinya juga sudah di Rapid Test pagi tadi. Kemudian terhadap 3 Pelaku perjalanan yang bersama P8 saat ini dikarantina terpusat untuk diobservasi lanjut di Puskesmas Lewoleba”.
Nanti akan kita tracking lanjut di Masjid-Masjid mana saja yang selama ini P8  dan 3 orang lainnya lakukan kegiatan ibadah. Langkah ini tentu harus diambil, karena Pemerintah tidak mau tiba-tiba saja nanti ada kejadian” ujarnya.
Dirinya melanjutkan “Saya minta masyarakat yang tahu jika ada orang baru dilingkungan tempat tinggal agar dilaporkan segera dan dicari tahu riwayat perjalanannya.
“Saya juga minta semua pelaku perjalanan harus secara jujur sampaikan riwayat perjalanannya, karena bukan saja untuk diri sendiri namun untuk kebaikan keluarganya, lingkungan RT dan masyarakat Lembata”.
Dengan dasar kejadian ini, kita akan gelar kembali rapat  dengan para tokoh agama untuk melihat kembali apakah 2 minggu kedepan aktifitas peribadatan bisa normal atau harus menunggu dulu 14 hari kedepan bahkan 1 bulan kedepan.
Bupati Lembata juga berpesan agar masyarakat tidak panik namun ikut mendukung pemerintah dalam upaya memutus matarantai penyebaran Covid-19.
Fatwa MUI nomor 14/2020 point ke-3a menyebutkan dimana jika resiko penularan tinggi atau sangat tinggi maka dilakukan pembatasan terhadap aktivitas peribadatan. Pemerintah sudah melakukan upaya yang juga tidak bertolak belakang dengan Fatwa MUI tersebut, sehingga menjadi kekuatan bagi pemerintah khususnya aparat penegak hukum dalam bertindak jika adanya pelanggaran yang dilakukan”.
Jika kondisi sudah memungkinkan, Pemkab akan laksanakan point ke-5 Fatwa MUI, dan saat ini Pemkab Lembata sedang menuju ke arah sana (persiapan melakukan Fatwa MUI point ke-5), namun dengan adanya kasus baru ini maka kita minta agar semua pihak ikuti aturan yang sedang berjalan sekarang untuk tidak lakukan ibadah secara berkelompok”.
Masyarakat saya harap tetap tenang, jangan panik, Pemerintah dapat kendalikan situasi ini. Saya minta agar jangan berjalan sendiri-sendiri, ikuti protokol Kesehatan pemerintah, karena Pemerintah tidak mungkin membuat rakyat sengsara atau rakyat menderita, sehingga harus diikuti. Tahan diri 1 atau 2 bulan kedepan demi kebaikan bersama.
“Kita juga akan sampaikan kepada Lurah dan RT agar sampaikan ke masyarakat yang merasa pernah kontak fisik dengan 4 orang jamaah tabligh akbar ini, untuk segera lapor diri ke gugus tugas untuk diperiksa” imbuhnya.
Koordinator karantina dan isolasi gugus tugas Covid-19 Kab. Lembata, Apolonaris Mayan yang dihubungi WartaNTT mengatakan “Kondisi saat ini di lokasi karantina terpusat terdapat 12 orang Pelaku Perjalanan, dimana 7 orang dengan status Reaktif rapid test dan 5 orang dengan status Non Reaktif rapid test. Dalam penanganan, mereka kami pisahkan dan mendapat pantauan ekstra dari petugas medis”.
“Kita harapkan tidak ada lagi penambahan pelaku perjalanan yang datang dan kita doakan bersama semoga Lembata tetap berada di zona hijau, meskipun saat ini NTT masuk zona merah” ujarnya.
Sementara itu Juru bicara Covid-19 Kab. Lembata, dr. Lucia Sandra Gunadi Anggrijatno yang dihubungi WartaNTT secara terpisah mengatakan “Kita rencanakan segera untuk mengirim Sampel Swab dari P8 ke Kupang. Sedang dipersiapkan oleh pihak RSUD Lewoleba. Memang saat ini kita kekurangan peralatan Swabnya namun sudah diminta ke Provinsi untuk segera dikirim, semoga dalam waktu dekat sudah tiba sehingga persediaan tidak kosong sama sekali” ujarnya. (Kris Kris)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan sosial,1,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,18,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,73,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,84,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,2,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1488,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,12,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,342,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1879,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,2,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,1,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,23,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,42,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Kasus Reaktif Bertambah, Pemkab LEMBATA Kaji Ulang Longgarkan Aktivitas Ibadah
Kasus Reaktif Bertambah, Pemkab LEMBATA Kaji Ulang Longgarkan Aktivitas Ibadah
https://1.bp.blogspot.com/-sa2ap9bmqMs/XqxDf1PlcvI/AAAAAAAAPjw/xKUtZq0tIqsB1SplfTP8-W85fcHANN2tQCLcBGAsYHQ/s320/20200501_171152%2B%25282%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-sa2ap9bmqMs/XqxDf1PlcvI/AAAAAAAAPjw/xKUtZq0tIqsB1SplfTP8-W85fcHANN2tQCLcBGAsYHQ/s72-c/20200501_171152%2B%25282%2529.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2020/05/kasus-reaktif-bertambah-pemkab-lembata.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2020/05/kasus-reaktif-bertambah-pemkab-lembata.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin