71 Juta Tak Dibayar, Pemilik PURI MUTIARA Berang, Kasus Sudah di Polres LEMBATA

BAGIKAN:

WartaNTT.com, LEMBATA – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian nasib yang dialami Adriani Sunur, pemilik hotel Puri Mutiara-Lewoleba di Kabupaten Lembata.

Ditengah kondisi PPKM akibat pandemi Covid-19 yang juga berdampak terhadap usaha penginapannya, lagi-lagi Adriani harus terima kenyataan pahit karena uang sewa kamar hotelnya sejak akhir tahun 2020 hingga hari ini, Kamis (30/09) tidak kunjung dibayarkan oleh pegawai yang menurut Adriani berasal dari PT. Brand Mandiri-Kupang. Tidak hanya itu bahkan menurut Adriani sejak 5 Agustus 2021 tamu tersebut pergi tanpa pamit dengan membawa serta kunci kamar hotel.

Buntut dari janji tinggal janji yang dialaminya, akhir Juli 2021 Adriani ambil sikap melaporkan Adrianus Raymond dan Dominikus Domaking ke Polres Lembata. Menurutnya sejak dilaporkan bulan Juli lalu hingga saat ini, pihak Polres Lembata belum menyampaikan informasi perkembangan penanganan kasus yang dilaporkannya meski telah lewat 14 hari.

Kekesalannya diungkapkan kepada wartawan di Lembata, Kamis (30/09/2021). Menurut Aci Ona sapaan Adriani Sunur, kejadian yang menimpanya terjadi sejak Juli 2020.

“Kejadiannya sejak 1 Juli 2020. Jadi saudara Raymond datang bersama 1 orang rekannya dimana mereka pakai 2 kamar hotel. Mereka datang itu membawa nama PT. Brand Mandiri dari Kupang dengan pekerjaan proyek 25 sekolah senilai Rp. 25M”.

“Mereka datang pakai kamar nomor 4 dan nomor 6 dengan harga sewa satu bulannya Rp.3 Juta, jadi 2 kamar totalnya Rp.6 Juta”.

“Sejak itu mereka bayar panjar namun tidak pernah lunas dimana sampai dengan Desember 2020 total tunggakannya sebesar Rp. 6.075.000,- ujarnya“.

Dilanjutkannya lagi “Kemudian sejak Januari 2021 sampai dengan 8 Juli, total tunggakannya Rp.36juta. Terus bulan April masuk lagi (nginap) kepala proyeknya atas nama pak Domi Domaking, nginap sampai 8 Juli total ada 77 hari, itu tidak ada pembicaraan tentang sewa bulanan, berarti saya tetap hitung dengan harian kan. Jadi totalnya Rp. 19 Juta”.

“Saya dapat nomor bos mereka di Kupang dimana saya sudah WA bosnya dan disambut baik, minta saya kirimkan nomor rekening BRI dan saya sertakan dengan nota total sudah Rp.61 Juta lebih. Tiba-tiba nomor HP saya diblokir sama bosnya”.

“Saya sudah WA ke nomor bos mereka sampaikan hal ini, saya bilang kalau macam begini saya akan laporkan ke polisi dan saya pakai media. Dia jawab bilang berani ibu lapor, saya tuntut pencemaran nama baik. Cemarkan nama baik bagaimana, kecuali sudah bayar dan saya fitnah bilang belum bayar” ujarnya ketus.

“Tanggal 26 Juli 2021 saya laporkan di Polres, kemudian ada surat pemberitahuan (SP2HP) dari Kasat Reskrim bahwa masa penyelidikan/ penyidikannya 14 hari, saya sudah senang. Tapi saya tunggu-tunggu dari Agustus sampai September tidak ada pemberitahuan lagi dari Polres”.

“Hari Sabtu (11/09) saya datang bertemu pak Kapolres dimana hadir juga pak Kasat Reskrim, pak Edi dan pak Roki. Saya sampaikan ke Pak Kapolres terkait persoalan yang saya laporkan sejak 26 Juli tetapi sampai sekarang tidak ada perubahan”.

“Pak Kasat Reskrim tanyakan kesaya dan saya jawab kalau saya dengan pak Raymond tidak ada hubungan kontrak kerja apapun karena saya bukan sub kontraktor. Saya penjual jasa (penginapan) yang mana checkin harus bayar, atau persetujuan kita checkout bayar, itu saja”.

“Pak Kapolres sudah bilang ke pak Kasat Reskrim waktu itu didepan saya, minggu ini selesaikan yah, ternyata sampai dengan hari ini juga belum ada tindaklanjutnya”.

“Tanggal 5 Agustus pak Raymond keluar dari kamar hotel dengan barang dan tidak pamit serta bawa kunci kamar nomor 2 sampai dengan hari ini, berarti saya hitung sewanya sampai hari ini”.

“Jadi sampai dengan Juni 2021 total tunggakannya ada Rp. 61 Juta, kemudian ditambah Juli Rp.3 Juta, Agustus Rp.3 Juta, ini dibawa lagi kunci kamar sampai dengan September berarti sudah Rp.71 Juta lebih. Aturan hotel kalau bawa kunci yah harus bayar” ujar aci Ona.

Sementara itu Kapolres Lembata,  AKBP Yoce Marten, SH.,SIK.,MIK yang dikonfirmasi WartaNTT perihal kasus ini, Jumat pagi (01/10) ditengah perjalanan tugasnya keluar daerah, menyampaikan masih dalam tahap penanganan Polres Lembata.

“Masih didalami pemeriksaan saksi-saksi dan pul BBnya" ujar Kapolres melalui pesan WhatsApp. (Kris Kris)


KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,30,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Danau Kelimutu,1,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,148,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,158,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,3,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1491,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI,1,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,4,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,509,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,Partai Berkarya,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,3,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,4,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,PT Asia Dinasti Sejahtera,2,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,12,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,132,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,27,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,2,Vaksin Sinovac,2,Wakil Bupati Ende,2,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: 71 Juta Tak Dibayar, Pemilik PURI MUTIARA Berang, Kasus Sudah di Polres LEMBATA
71 Juta Tak Dibayar, Pemilik PURI MUTIARA Berang, Kasus Sudah di Polres LEMBATA
https://1.bp.blogspot.com/-hkxpqnJVumo/YVXjNPCI5EI/AAAAAAAAS2A/v9IMlVzRCjIU-B0vmYldzXg5rzXESfdTwCLcBGAsYHQ/s320/20210930_173350%2B%25282%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hkxpqnJVumo/YVXjNPCI5EI/AAAAAAAAS2A/v9IMlVzRCjIU-B0vmYldzXg5rzXESfdTwCLcBGAsYHQ/s72-c/20210930_173350%2B%25282%2529.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2021/10/71-juta-tak-dibayar-pemilik-puri.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2021/10/71-juta-tak-dibayar-pemilik-puri.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin