Manipulasi Agama dalam Pilkada DKI Jakarta

BAGIKAN:

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 
wartantt.com OPINI – Di antara ratusan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang digelar di Indonesia, Pilkada Jakarta yang paling banyak menyita perhatian publik, baik publik Tanah Air maupun masyarakat internasional. Ramainya Pilkada Jakarta bukan karena adanya kandidat non-Muslim yang maju sebagai kepala daerah. Ada banyak kandidat non-Muslim diluar Jakarta yang ikut bertarung dalam Pilkada (baik di tingkat provinsi maupun kabupaten) tetapi adem-ayem. Biasa-biasa saja, tidak seheboh Jakarta.

Ramainya Pilkada Jakarta juga bukan karena adanya seorang keturunan Tionghoa yang ikut menjadi kontestan dalam bursa pemilihan kepala daerah karena ada sejumlah daerah (seperti Singkawang di Kalimantan Barat) dimana kandidat Tionghoa juga ikut berlaga dalam Pilkada.

Pilkada Jakarta menjadi ramai sesungguhnya karena ada sekelompok elit politik, tokoh agama, dan pedagang besar yang bernafsu menguasai Jakarta dengan beragam motif dan kepentingan tentunya. Kelompok politik ingin mengontrol jalannya roda pemerintahan sesuai dengan selera mereka. Kaum pebisnis tentu saja ingin dagangan mereka lancar tidak ada yang menghambat jalannya perbisnisan. Sementara sekelompok elit agama, terutama elit Muslim, ingin Jakarta menjadi kota yang menerapkan norma-norma atau standar-standar keagamaan/keislaman sesuai yang mereka imajinasikan.

Dalam sejarah kebudayaan umat manusia, koalisi atau persekongkolan elit politik-bisnis-agama adalah bukan hal baru. Itu sudah terjadi jauh sebelum “institusi politik” bernama “negara” itu ada. Bahkan sejak zaman Mesir Kuno, Yunani Kuno, China Kuno, Mesopotamia Kuno dan seterusnya, hal ini sudah terjadi.

Perselingkuhan politik-bisnis-agama ini juga bukan unik atau monopoli Jakarta saja tetapi juga terjadi di belahan dunia lain. Kasus ini juga bukan hanya terjadi di kalangan umat Islam saja tetapi juga menimpa agama-agama lain di jagat raya ini. Simak misalnya karya Scott Merriman, Sr., Religion and State atau Amanda Porterfield dalam Conceived in Doubt. Sarjana lain yang pernah mengulas tentang relasi politik-agama-ekonomi adalah David Sorenson, Clifford Backman, Emily Mackil, dan masih banyak lagi.

***

Sesungguhnya dalam pagelaran Pilkada (atau Pemilu), keterlibatan para tokoh politik, agama, dan bisnis adalah hal lumrah. Menjadi tidak lumrah jika ada sekelompok elit masyarakat (politisi, agamawan, pebisnis, dlsb) yang ngotot, overdosis, dan memaksakan diri untuk memenangkan pertarungan.

Karena bernafsu ingin memenangkan laga Pilkada dan syahwat menguasai sudah di ubun-ubun, maka mereka cenderung menggunakan berbagai macam cara, termasuk cara-cara busuk; menghalalkan berbagai macam strategi dan taktik kotor; serta memakai berbagai tempat, termasuk tempat-tempat ibadah, sebagai instrumen kampanye dan propaganda politik.

Karena sudah gelap mata bak orang sedang “kesurupan hantu”, mereka—orang-orang yang sudah “ereksi” ingin menguasai dunia politik, agama, dan ekonomi ini—tidak lagi memperdulikan etika sopan-santun dan fatsun berpolitik, tidak lagi menghiraukan halal-haram atau dosa-tak berdosa, tidak memusingkan melanggar aturan atau tidak. Yang penting bisa memenangkan laga Pilkada. Persetan dengan norma, etika, aturan, moralitas, ajaran agama, dan seterusnya.

Salah satu yang saya amati di Jakarta adalah maraknya sejumlah kelompok yang saling menghujat dan memaki lawan, memanfaatkan sarana peribadatan untuk ajang kampanye dan memojokkan lawan, serta memanipulasi simbol, wacana, tradisi, ajaran, sejarah, dan teks-teks keagamaan untuk kepentingan politik praktis-pragmatis dan mendukung paslon tertentu.

Misalnya, yang sangat jelas dan gamblang adalah penggunaan masjid-masjid di Jakarta, terutama pada waktu khutbah Jum’at, sebagai medium untuk kampanye dan propaganda memenangkan paslon tertentu serta alat untuk merendahkan dan memojokkan paslon lain. Larangan mengurus, mendoakan, dan menyolati jenazah yang sewaktu masih hidup mendukung paslon tertentu juga bagian dari “teror teologis” kepada paslon tertentu untuk memenangkan paslon lain.

Demikian pula seruan ancaman masuk neraka bagi yang mendukung dan memilih paslon tertentu atau harapan masuk surga bagi yang mendukung dan memilih paslon tertentu juga merupakan bagian dari “akal bulus” dan siasat busuk sejumlah kelompok guna meraih kemenangan dalam Pilkada.

***

Yang paling fenomenal tentu saja tindakan memanipulasi sejumlah ayat Al-Qur’an, khususnya yang populer dan heboh adalah Surat Al-Maidah Ayat 51 yang oleh sejumlah kalangan Muslim dianggap sebagai “larangan dari Tuhan untuk memilih pemimpin non-Muslim”.

Menariknya, yang “menghebohkan” ayat ini hanyalah sejumlah kelompok Islam di Jakarta (dan sekitarnya). Umat Islam di negara-negara lain, baik di Barat maupun di Timur, sama sekali tidak meributkan soal ayat ini. Bahkan di sejumlah negara yang mayoritas berpenduduk Muslim seperti Libanon, Senegal, Palestina, Turki, dsb, memiliki (atau pernah memiliki) kepala negara atau kepala daerah non-Muslim (misalnya Michel Aoun di Lebanon, Leopold Sedar Shenghor di Senegal, Vera Baboun di Palestina, dsb).

Kaum Muslim di berbagai belahan dunia tidak meributkan Surat Al-Maidah itu karena mereka tahu bahwa ayat itu tidak ada relevansinya dengan pemilihan kepala negara/kepala daerah di era kontemporer. Karena alasan ini pulalah mengapa para ulama dan ahli tafsir terkemuka, baik klasik maupun modern, termasuk para ulama Al-Azhar Mesir dan Indonesia sendiri, tidak mempermasalahkan tentang pemilihan kepala daerah non-Muslim karena menganggap sejarah, konteks, makna, dan definisi kata “auliya” dalam ayat itu tidak sama atau tidak relevan dengan masalah Pilkada.

Jadi, sekali lagi saya tegaskan, apa yang sebetulnya terjadi di Jakarta itu tidak lebih dan tidak kurang hanya merupakan akal-akalan belaka dari kelompok kepentingan tertentu atau tindakan manipulasi ayat untuk kepentingan politik praktis-pragmatis yang dilakukan oleh sekelompok orang yang sudah bernafsu ingin menguasai dan mengontrol Jakarta berserta aset-aset politik, ekonomi, bisnis, budaya, dan agamanya.

***

Akhirul kalam, Pilkada adalah momen politik yang sangat penting karena memilih kepala daerah yang diharapkan mampu melayani masyarakat, memajukan pembangunan daerah, serta mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas. Oleh karena itu, memilih kepala daerah yang baik, jujur, tegas, bersih, dan berpengalaman adalah prasyarat yang tidak bisa dielakkan.
Silakan saja menyarankan umat Islam atau umat Kristen untuk memilih paslon yang seagama tetapi hendaknya jangan diikuti dengan hujatan, pemaksaan, dan “teror teologis” yang tidak perlu. Tidak ada hubungannya antara surga-neraka dengan Pilkada. Tidak ada relevansinya antara memilih paslon tertentu dengan kualitas keimanan atau kekafiran seseorang.

Ingat, Jakarta adalah rumah bagi banyak umat agama, bukan hanya Muslim saja. Jakarta juga rumah bagi berbagai suku-bangsa, bukan hanya Betawi, Jawa, Arab, atau China saja. Ingat juga bahwa umat Islam, umat Kristen dan lainnya adalah “para tamu” di daerah yang kini bernama “Jakarta” itu. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bersama bagi seluruh “penghuni rumah” Jakarta untuk menjaga kedamaian, kesejahteraan, dan keharmonisan warga-apapun latar belakang agama, bahasa, dan etnik mereka.

Hanya orang-orang yang pikun sejarah, rabun wawasan, dan bernafsu terhadap kekuasaan saja yang hobi menggunakan, memainkan, dan memanipulasi isu-isu agama atau etnisitas untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Orang-orang model begini harus diwaspadai, diluruskan, dan “diruwat” mentalitas dan pikirannya agar kembali ke jalan yang benar sehingga Jakarta kelak tumbuh menjadi kawasan yang nyaman dan ramah buat siapa saja.

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,alumni MAN Ende,1,AMAN Flobamora,1,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,apel gelar pasukan,1,ASDP,1,ASF,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Babi,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan beras kapolri,1,bantuan rumah,1,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,Bawaslu Ende,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Benny K Harman,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,8,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,camat nangapanda,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,31,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Danau Kelimutu,1,Deklarasi,2,demo sopir angkot,1,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dharma Lautan Utama,1,Dihapus,2,Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende,1,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,4,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,3,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,235,Ende lio,1,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Esthon Funay,2,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,FKUB ENDE,1,Flores,234,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Ganjar Pranowo,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,Gerindra,1,GMNI,4,GMNI Ende,1,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hari Raya Idul Fitri,2,Hari santri,1,Hate Speech,3,Headline,1494,Hewan Kurban,1,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,HMI Ende,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI,1,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Iptu Yohanes Lede,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,jembatan Uma Sawa,1,Johan Fredikson Yahya,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,kades Jegharangga,1,Kadin,2,KAHMI,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karel Lando,1,Karhutla,1,kasus pidana,1,Kawasan hutan industri,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,2,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,khitanan massal,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,33,KPK,4,KPU,1,KPU Kabupaten Ende,1,KPU NTT,1,KPUD Ende,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,lagi daerah Ende Lio,1,larantuka,2,LDII,1,lebaran ketupat,1,Lembata,574,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,lomba pop singer,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,madama,1,Madrasah Negeri Ende,1,Magepanda,1,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,makanan kadaluarsa,1,Makar,3,Maksimus Deki,1,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,masyarakat adat,1,Maxi Mari,1,Maxim,2,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mensi Tiwe,2,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Goreng,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Moke,1,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,muswil VIII Muhammadiyah NTT,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Natal dan Tahun Baru,3,Nataru,2,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,11,NU,6,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,onekore,1,operasi lilin,1,Operasi Turangga,2,Opini,214,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,46,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,paroki onekore,1,Partai Berkarya,1,Partai Gerindra,1,partai Perindo,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,pekerja migran,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilihan Wabup Ende,1,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pemilu 2024,10,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,persatuan bangsa,1,persatuan dan kesatuan,1,persatuan Indonesia,3,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,pesta demokrasi,1,Petani,1,Philipus Kami,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKP,1,PKS,2,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,3,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,8,Polri,3,Polsek Detusoko,1,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,PT Asia Dinasti Sejahtera,2,PT Pratama Yahya Abadi,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RD SIPRI SADIPUN,1,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Restorative justice,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rumah janda,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,92,Sandiaga Uno,1,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,serbuan vaksin maritim TNI AL,1,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,134,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,83,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,49,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,9,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Turnamen Futsal,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,3,Vaksin Sinovac,2,Virus Babi,1,Wakil Bupati Ende,2,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,Yohanes borgias Riga,2,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Manipulasi Agama dalam Pilkada DKI Jakarta
Manipulasi Agama dalam Pilkada DKI Jakarta
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSsod8z2awDPvH3enrgGOCg3dRUdseGWiUb4XGGuw3RohnZcHQ1QjOKulGhxT4rz-4DFgcHRMJX-hfAuR77XeAzy4BG67EF_MD1wBeLyVoKYmjJ_PUyf0n9i58-ppuB_nKSysSw6zrUlLJ/s320/Buya-Maarif.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSsod8z2awDPvH3enrgGOCg3dRUdseGWiUb4XGGuw3RohnZcHQ1QjOKulGhxT4rz-4DFgcHRMJX-hfAuR77XeAzy4BG67EF_MD1wBeLyVoKYmjJ_PUyf0n9i58-ppuB_nKSysSw6zrUlLJ/s72-c/Buya-Maarif.jpg
Warta NTT
https://www.wartantt.com/2017/04/manipulasi-agama-dalam-pilkada-dki.html
https://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2017/04/manipulasi-agama-dalam-pilkada-dki.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin