WartaNTT.com, Sabu Raijua – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
telah mengalokasikan program revitalisasi tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua
seluas 45 Ha dengan anggaran sekitar dua puluh lima milyar rupiah.
Dalam
rapat yang di gelar Pemkab Sabu Raijua pada November 2025 lalu, program
pemerintah pusat tersebut berlokasi di 11 desa pada 4 kecamatan. Mayoritasnya
berada di wilayah kecamatan Sabu Liae.
Ketua
BPD Waduwalla, Kecamatan Sabu Liae yang di hubungi WartaNTT, Kamis (16/01/2026)
sampaikan masyarakat di wilayahnya sangat mendukung program pemerintah pusat
ini.
"Kami
masyarakat desa waduwalla sangat antusias dalam menyambut program ini"
ujar Timothius Hela, ketua BPD waduwalla.
"Ini
merupakan tindaklanjut dari hasil pertemuan 10 Agustus 2025 ketika kami
dipanggil oleh pak bupati untuk ikuti rapat. Saya selaku ketua BPD dan Kepala
Desa waktu itu hadir di sana. Kami mendapat alokasi
5Ha".
"Pasca
kembali ke desa, kami telah lakukan pendekatan kepada masyarakat khususnya yang
Udu Kolorae selaku pemilik tanah ulayat" ujarnya menjelaskan.
Menurutnya
lahan yang diajukan untuk program revitalisasi berada di pesisir pantai uba
happu, bekas lahan yang sebelumnya sempat dikelola PT. NRI salah satu
perusahaan swasta yang ada di Sabu Raijua untuk pengembangan garam, namun tidak
dilanjutkan di tahun 2024.
"Kesepakatan
waktu itu, kami beberapa orang kalau saya tidak salah ingat tanggal 22 Agustus
2025, yakni putus hubungan kerja dengan NRI dan dilanjutkan kerjasama dengan
Pemkab Sabu Raijua untuk program ini".
"Pemilik
lahan dalam hal ini Udu Kolorae siap bekerjasama dengan Pemkab untuk mengolah 5
hektar. Ini tertuang dalam surat izin membangunnya" ungkap Timothius.
Diapun
menambahkan jika ketentuan yang ditetapkan oleh dewan adat aliran kepercayaan
Jingitiu (mone ama) terkait tempat-tempat yang tidak boleh dilintasi di lahan
Uba Happu, tetap menjadi pengecualian yang berlaku seperti saat PT NRI
beraktivitas dulunya.
Menjawab
WartaNTT perihal progres pekerjaan lahan tambak di uba happu, ketua BPD waduwalla
sampaikan hingga saat ini masih berjalan, meskipun sempat alami rintangan.
"Kemarin
sore (Rabu 14/1), saya masih sempat ke lokasi melihat aktivitas
pembangunannya. Jadinya 3 hektar yang sedang di kerjakan".
"Memang
ada oknum yang melaporkan ke Polres Sabu Raijua terkait pembangunan ini, namun
bagi kami ini bukan faktor penghambat. Ini merupakan energi positif agar kami
tetap bertanggungjawab terhadap pembangunan yang ada" ujarnya pula.
Menurutnya
pembangunan ini banyak berikan kontribusi bagi masyarakat waduwalla yang
telah lama hidup dari garam.
"Saya
termasuk salah satu pelaku aktivitas tambak garam sederhana dari kedula,
anyaman daun lontar".
"Sebagai
generasi selanjutnya di waduwalla, kami menginginkan agar pengolahan tambak
garam yang lebih modern bisa beroperasi di sini".
"Apalagi
garam Sabu Raijua punya kualitas NaCl yang sangat baik dan di wilayah kami
termasuk salah satu lokasi potensial".
"Ini
sangat membantu masyarakat. Masyarakat juga berharap kedepannya lahan-lahan
produktif yang ada bisa juga dikembangkan pemerintah" harapnya.
Diapun
berharap Pemkab Sabu Raijua dapat mengambil peran dalam menyelesaikan hambatan
yang ada karena warga desa waduwalla juga mendukung.
"Sebagai
masyarakat kami tentu berharap agar pemerintah kabupaten dapat menyelesaikan
hal-hal yang menghambat. Biar fokus kami masyarakat untuk terus bekerja".
"Masyarakat
menanti sentuhan tangan pemerintah dalam menyikapi riak-riak yang ada. Kami
juga bukan manusia yang tidak menghargai adat, yang lupa daratan atau tidak
menghargai leluhur".
"Proses
yang ditempuh sejak awal pun telah melibatkan masyarakat. Saya selaku ketua BPD
waduwalla menghimbau kepada semua masyarakat menyikapi dinamika yang sedang
terjadi, tidak perlu ditanggapi dengan emosional. Anggap saja sebagai energi
positif".
"Kita
harus menjaga pembangunan tambak garam ini. Tidak usah merespon berlebihan,
kita percaya langkah pemerintah".
"Masyarakat
waduwalla tentu tidak akan menyia-nyiakan bentuk perhatian yang telah diberikan
pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten Sabu Raijua" ujar Timothius. (DeW)





KOMENTAR