Toleransi Keberagamaan Indonesia Untuk Dunia

BAGIKAN:


Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia untuk menjalani sejumlah agenda. Kedatangan Raja Arab tersebut dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah Indonesia, mulai dari fasilitas yang akan digunakan Raja Salman hingga keamanan Raja selama berada di Indonesia. Hari pertama hingga hari ketiga Raja Salman akan melaksanakan sejumlah agenda kenegaraan di Jakarta dan Bogor, lalu pada hari-hari berikutnya Raja dan rombongan akan menghabiskan liburan di Bali.
Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Raja Salman ke sejumlah negara-negara di Asia, beliau menghabiskan lebih banyak waktu di Indonesia. Banyak harapan dari segenap bangsa Indonesia dalam kunjungan Raja Salaman ke Indonesia. Harapan tersebut terkait permasalahan haji dan permasalahan ketenaga kerjaan Indonesia di Arab Saudi (TKI). Kunjungan Raja Salman sendiri ke Indonesia adalah dalam rangka menawarkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, diantaranya menawarkan saham perusahaan minyak nasional Arab Saudi (Aramco).

Namun kedatangan Raja Salman juga diwaenai dengan aksi demo di depan kedutaan Arab Saudi di Jakarta yang sempat dibubarkan oleh Petugas Kepolisian (cnnindonesia.com, 2017). Demo yang dilakukan oleh sejumlah aktivis tenaga kerja imigran ini terkait sejumlah masalah hukum yang dihadapi oleh TKI di Arab Saudi yang belum jelas kabarnya higga hari ini, bahkan dua diantaranya dihukum mati beberapa waktu lalu tanpa pemberi tahuan. Sejumlah aktivis ketenagakerjaan juga merasa kurang puas, karena tidak ada MoU khusus yang dibuat untuk menangani TKI di Arab Saudi dengan Raja Salman (MetroTV, 2017).

Namun terlepas dari hal-hal diatas ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang selalu menyebarkan kebencian terhadap golongan yang berbeda dengan mengatas namakan agama dan kelompok tertentu. Salah satu agenda Raja Salman di hari ketiga (3/3/2017) kunjungan Raja di Jakarta adalah menemui sejumlah tokoh lintas agama. Ditemani oleh Presiden Joko Widodo, Raja Salman menemui 28 perwakilan tokoh agama dari enam agama yang ada di Indonesia (citypost.id, 2017). Pertemuan tersebut merupakan bentuk wujud toleransi agama di Indonesia.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Rafles Jakarta tersebut Raja Salman memuji toleransi keberagamaan di Indonesia. Menurut Putri Almarhum K.H Abdurahman Wahid (Gusdur) Yeni Wahid, toleransi beragama adalah sumbangan Indonesia untuk dunia. Ketua Wahid Institute itu juga mengapresiasi pertemuan tokoh lintas agama dengan Raja Salman tersebut, dan berpendapat pertemuan ini berdampak global. Ini dikarenakan Raja Salman menerima perwakilan tokoh umar beragama di Indonesia, ini semakin memperjelas Indonesia sebagai negara di dunia yang menjujung tinggi toleransi keberagamaan.
Saya pribadi berpendapat hal ini harusnya dijadikan pembelajaran bagi mereka yang menganggap dirinya sebagai manusia yang paling sempurna di dunia. Mereka harus melihat bahwa Raja Salman sebagai penjaga Dua Kota Suci Uman Islam saja memuji toleransi yang sudah dipelihara dan dijaga oleh seluruh bangsa Indonesia selama ini. Terlebih lagi Raja Salman dari Arab Saudi yang merupakan kiblat dari peradaban Islam saja mau memberikan waktu, untuk berbicara mengenai toleransi keberagamaan dengan tokoh lintas agama di Indonesia. Untuk apa kita yang notabennya sebagai bangsa Indonesia masih menerima paham-paham radikal yang intoleransi dari luar dan dipraktekan di Indonesia. Mengapa kita tidak bisa menjalankan konsep yang telah diletakan oleh para pendiri bangsa kita di dalam kita menjalani hidup sebagai sebuah bangsa yang memiliki keanekaragaman.

Jika Raja Salman saja salut melihat toleransi umat beragama di Indonesia, kenapa kita tidak bangga akan hal yang menjadi bagian dari identitas kita sebagai sebuah bangsa yang majemuk. Memang mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah saudar-saudara kita yang beragama Muslim, kita tidak bisa menutup mata dalam mepertahankan kemerdekaanpun kalmia-kalimat seperti “Allahua Akbar” yang mengantarkan bangsa Indonesia ke depan negara yang merdeka secar utuh. Namun kita juga tidak boleh menghapus tokoh-tokoh dari kelompok minoritas yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Darah mereka juga tertumpah untuk memperjuangkan harga diri dan martabat Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka.
Pertemuan Raja Salman dengan 28 perwakilan tokoh lintas agama baiknya mengingatkan kita kembaki kepada semboyan negara kita, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Indonesia Satu dalam keberagaman yang Indah. Baiknya sebagai anak bangsa kita mulai membangun diskusi dalam perbedaan, dan mulai mengganti perdebatan yang berakhir kepada perpecahan ke diskusi yang membangun atau konstruktif. Jika kita mencari perbedaan antara satu dengan yang lain, akan kita temukan ribuan perbedaan. Namun yang harus kita cari adalah kesamaan visi, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Juga menjalankan misi kita untuk mencapai visi Indonesia yang disegani dunia internasional.

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,alumni MAN Ende,1,AMAN Flobamora,1,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,apel gelar pasukan,1,ASDP,1,ASF,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Babi,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan beras kapolri,1,bantuan rumah,1,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,Bawaslu Ende,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Benny K Harman,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,8,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,camat nangapanda,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,31,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Danau Kelimutu,1,Deklarasi,2,demo sopir angkot,1,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dharma Lautan Utama,1,Dihapus,2,Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende,1,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,4,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,3,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,235,Ende lio,1,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Esthon Funay,2,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,FKUB ENDE,1,Flores,234,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Ganjar Pranowo,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,Gerindra,1,GMNI,4,GMNI Ende,1,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hari Raya Idul Fitri,2,Hari santri,1,Hate Speech,3,Headline,1494,Hewan Kurban,1,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,HMI Ende,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI,1,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Iptu Yohanes Lede,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,jembatan Uma Sawa,1,Johan Fredikson Yahya,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,kades Jegharangga,1,Kadin,2,KAHMI,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karel Lando,1,Karhutla,1,kasus pidana,1,Kawasan hutan industri,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,2,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,khitanan massal,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,33,KPK,4,KPU,1,KPU Kabupaten Ende,1,KPU NTT,1,KPUD Ende,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,lagi daerah Ende Lio,1,larantuka,2,LDII,1,lebaran ketupat,1,Lembata,574,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,lomba pop singer,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,madama,1,Madrasah Negeri Ende,1,Magepanda,1,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,makanan kadaluarsa,1,Makar,3,Maksimus Deki,1,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,masyarakat adat,1,Maxi Mari,1,Maxim,2,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mensi Tiwe,2,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Goreng,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Moke,1,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,muswil VIII Muhammadiyah NTT,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Natal dan Tahun Baru,3,Nataru,2,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,11,NU,6,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,onekore,1,operasi lilin,1,Operasi Turangga,2,Opini,214,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,46,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,paroki onekore,1,Partai Berkarya,1,Partai Gerindra,1,partai Perindo,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,pekerja migran,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilihan Wabup Ende,1,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pemilu 2024,10,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,persatuan bangsa,1,persatuan dan kesatuan,1,persatuan Indonesia,3,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,pesta demokrasi,1,Petani,1,Philipus Kami,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKP,1,PKS,2,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,3,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,8,Polri,3,Polsek Detusoko,1,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,PT Asia Dinasti Sejahtera,2,PT Pratama Yahya Abadi,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RD SIPRI SADIPUN,1,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Restorative justice,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rumah janda,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,92,Sandiaga Uno,1,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,serbuan vaksin maritim TNI AL,1,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,134,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,83,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,49,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,9,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Turnamen Futsal,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,3,Vaksin Sinovac,2,Virus Babi,1,Wakil Bupati Ende,2,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,Yohanes borgias Riga,2,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Toleransi Keberagamaan Indonesia Untuk Dunia
Toleransi Keberagamaan Indonesia Untuk Dunia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiccjVJKvGvucsnZiWeq4TMMgek4NXjn_kJ0Nbogg08yqEV3hj0EXmtpGFQozXxSY8qnVWPOAZXJKOcl-IGHPhxN03Chvhrzuiv4j2ZzCasb9PM0v5IzNmS_jIqRc2U6rifX8CsYoB3qt14/s1600/Raja+Salman+dengan+tokoh+agama.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiccjVJKvGvucsnZiWeq4TMMgek4NXjn_kJ0Nbogg08yqEV3hj0EXmtpGFQozXxSY8qnVWPOAZXJKOcl-IGHPhxN03Chvhrzuiv4j2ZzCasb9PM0v5IzNmS_jIqRc2U6rifX8CsYoB3qt14/s72-c/Raja+Salman+dengan+tokoh+agama.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2017/03/toleransi-keberagamaan-indonesia-untuk.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2017/03/toleransi-keberagamaan-indonesia-untuk.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin