Listrik Kami Kini Tak Lagi Numpang ke Tetangga. Terimakasih BUMN.

BAGIKAN:

wartantt.com, LISTRIK – Praktik levering, atau menyambung listrik secara tak resmi dari rumah terdekat masih menjadi masalah di Jawa Barat. Dari 316.000 kepala keluarga (KK) di Jawa Barat yang belum tersentuh elektrifikasi, 75 persennya adalah mereka yang melakukan praktik levering ini. 

Alasannya, sebagian besar dari mereka, tidak mampu membayar biaya penyambungan listrik secara resmi. Salah satunya Iis (43), warga Desa Cikupa, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak rumahnya dibangun 5 tahun lalu, dirinya menumpang listrik dari rumah kakak yang tinggal di depan rumahnya. Aliran listrik hanya digunakan untuk dua lampu dengan daya masing-masing 5 watt untuk bagian teras rumah, serta ruang tengah, juga 1 alat penanak nasi. Selama ini, Iis yang terkadang juga membantu tetangganya menjadi buruh cuci dan setrika, harus merawat ibunya yang sudah memasuki usia senja. Sehingga, dirinya tak bisa melulu menggunakan waktu untuk bekerja. 

Sedangkan uang untuk menyambung hidup sehari-hari, Iis dan Ibunya mengandalkan kiriman dari anak di Jakarta. Untuk biaya menumpang listrik, dalam satu bulan, Iis akan membayar sejumlah Rp 15.000 hingga Rp 20.000, namun itu pun tak mesti. “Ya saya bayar ke tetangga sebelah, sekitar Rp 15.000 sampai 20.000, tapi kalau seumpama nggak ada uang saya nggak bayar, mereka juga maklum,” ujar Iis, Kamis (12/7/2018). 

Berbeda dengan Iis, Amar Muslim (27) jutsru rumahnya sudah tidak teraliri listrik semenjak dirinya lahir. Untuk beraktifitas sehari-hari, Amar numpang di rumah bibinya yang hanya terletak di sebelah rumah. “Aktivitas di bawah cuma kalau siang hari saja, kalau malam tinggal di rumah Bibi di atas,” ujar Amar. Profesinya sebagai tukang jahitlah yang menuntut Amar harus numpang di rumah Bibinya. Sebab, Amar baru aktif menjahit ketika malam hari. Dirinya sempat menggunakan lampu minyak untuk menerangi rumah petaknya yang hanya berisi ruang tengah, satu kamar, dan dapur itu. Namun, penerangan dari lampu minyak nyatanya tak cukup terang untuk dapat mendukung aktivitas menjahitnya. 

Biaya Mahal 

Baik Iis dan Amar mengaku, biaya menyambung listrik terlampau mahal untuk mereka. General Manager PT PLN (Persero) Diastribusi Jawa Barat Iwan Prawana menjelaskan, biaya menyambung atau berlangganan listrik adalah Rp 1 juta. “Biaya itu untuk penyambungan kepada PLN, kemudian biaya instalasi, dan juga biaya sertifikasi layak operasi,” ujar Iwan di Tasikmalaya, Rabu (11/7/2018). Sebagai rincian, biaya penyambungan listrik kepada PLN sejumlah Rp 421.000, instalasi listrik Rp 450.000, serta sertifikasi layak operasi Rp 40.000. Sementara, pendapatan Iis yang seorang buruh cuci panggilan tak pernah pasti. Sementara Amar, setiap bulannya ketika ramai hanya bisa mendapatkan sekitar Rp 700.000 per bulan. Iis masih harus memberi uang saku untuk anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Sementara Amar, meski masih hidup sendiri, rasanya tentu berat untuk melistriki rumah yang hanya dia tinggali sendiri. 

Sambung Listrik Kementerian BUMN 

Untuk menjembatani permasalahan yang serupa dengan Iis dan Amar, PLN pun melakukan program sambung listrik gratis yang dipayungi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, melalui program sambung listrik gratis yang merupakan sinergi antar BUMN ini, sebanyak 316.000 warga Jawa Barat yang belum mendapatkan aliran listrik resmi dapat menikmati listrik secara bebas setidaknya hingga November mendatang. “Kita harapkan program ini dapat selesai 3 sampai 4 bulan mendatang. Memang sedang dicek dulu ya, sejumlah 316.000 itu kita sedang cek,” ujar Rini. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menambahkan, melalui sinergi BUMN ini dapat dipastikan rasio elektrifikasi di Jawa Barat akan meningkat. Program sambungan listrik gratis tersebut dipastikan akan mendongkrak rasio elektrifikasi di Jabar hingga 100 persen tahun depan. Sementara saat ini, rasio elektrifikasi di Jawa Barat berada pada kisaran 98 persen. “Sekarang sudah 98 persen di Jabar, nanti setelah program ini berjalan nanti bisa langsung 100 persen,” ujar dia. Sofyan juga memastikan, biaya penyambungan listrik untuk 316.000 rumah tangga di Jawa Barat tidak dipungut biaya sepeser pun. 

Beban biaya penyambungan listrik akan sepenuhnya dibebankan kepada BUMN. Baru kemudian, biaya bulanan setelah listrik disambungkan dibayar oleh calon pelanggan listrik PLN. “Tidak dipungut biaya apapun, seluruhnya ditanggung Sinergi BUMN. Mereka tinggal bayar pulsa listriknya saja,” tandas Sofyan. Direktur Utama BRI Suprajanto pun mengatakan, BRI akan berkontribusi membayar biaya penyambungan listrik untuk 5.000 rumah tangga. Jumlah tersebut akan diselesaikan pada tahap awal ini. “Kita membantu penyambungan listrik gratis 5.000 KK dari keseluruhan di Jabar. Ini dilakukan untuk periode sekarang,” kata dia. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, untuk Pertamina 400 kepala keluarga tersebar di Tasikmalaya yang tersebar di kecamatan Rajapolah, Kecamatan Singaparna dan Kecamatan Karangnunggal. “Ini merupakan bentuk sinergi antara PLN dengan Pertamina untuk melistriki warga masyarakat yang kurang mampu,” tuturnya.

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,2,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,2,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,36,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,47,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,2,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1487,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,3,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,208,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1877,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,3,Pariwisata Flores,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,2,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Startup,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,20,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Listrik Kami Kini Tak Lagi Numpang ke Tetangga. Terimakasih BUMN.
Listrik Kami Kini Tak Lagi Numpang ke Tetangga. Terimakasih BUMN.
https://3.bp.blogspot.com/-jOmRWaW1gI0/W0gfvMxb0jI/AAAAAAAAJbE/G7W7LM6n4GQ_s_RuldGu4-kD7zuIF2DsQCLcBGAs/s320/3243401188.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-jOmRWaW1gI0/W0gfvMxb0jI/AAAAAAAAJbE/G7W7LM6n4GQ_s_RuldGu4-kD7zuIF2DsQCLcBGAs/s72-c/3243401188.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2018/07/listrik-kami-kini-tak-lagi-numpang-ke.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2018/07/listrik-kami-kini-tak-lagi-numpang-ke.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin