Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Kalangan Pemilih Muhammadiyah

BAGIKAN:



wartantt.com -- Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut unggul di kalangan pemilih Muhammadiyah dibanding paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu berdasarkan hasil Indo Barometer.

Survei dilakukan pada 15-21 Maret 2019 terhadap 1.200 responden. Margin of error sebesar 2,83 persen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Indo Barometer mencatat Jokowi-Ma'ruf mendapat suara dari 45 persen pemilih Muhammadiyah. Sedangkan, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, 35 persen dari pemilih Muhammadiyah.


"Dari kalangan Muhammadiyah yang tidak menandai atau menentukan pilihannya sebesar 20 persen, " kata Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto di Senayan, Jakarta.
Hadi mengatakan data tersebut mematahkan anggapan bahwa Prabowo-Sandiaga lebih unggul di kalangan Muhammadiyah ketimbang Jokowi.

Kata Hadi, keunggulan Jokowi-Ma'ruf ini disebabkan kebiasaan mantan Wali Kota Solo itu yang sering datang mengunjungi pihak-pihak yang terkait dan memiliki suara di Ormas tersebut.

"Bisa jadi selama ini Jokowi rajin turun ke tempat-tempat, kampus-kampus Muhammadiyah, kemudian mengajak tokoh Muhammadiyah yang kemudian memberikan simpati bagi pemilih Muhammadiyah itu sendiri," kata Hadi.

Selain di kalangan Muhammadiyah Jokowi-Ma'ruf juga unggul di kalangan pemilih Nahdlatul Ulama (NU) dibanding Prabowo. Di kalangan ini Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebesar 54 persen. Sementara, Prabowo-Sandiaga hanya mendapat dukunhan 35 persen dari pemilih NU.

Survei Indo Barometer juga menunjukkan mayoritas muslim merasa lebih terwakili oleh pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ketimbang paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dari 1.200 total responden sebanyak 87,9 persen beragama Islam, dan dari total responden 47,1 persen merasa terwakili oleh Jokowi-Ma'ruf.

"Sementara sebanyak 28,2 persen mengaku terwakili oleh pasangan Prabowo-Sandiaga. Sedangkan 24,7 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu," kata Hadi.
Jokowi secara pribadi juga dianggap lebih mewakili umat Islam dibanding Prabowo. Sebanyak 45,5 persen responden menyatakan paling terwakili oleh Jokowi sementara Prabowo hanya 30 persen dan yang menjawab tidak tahu 24,5 persen.

Hadi menyebut data tersebut, menampik anggapan Jokowi anti Islam. Data tersebut menunjukan bahwa Jokowi dianggap mewakili muslim tanpa perlu disandingkan dengan Ma'ruf Amin.

"Pemilih Islam itu ada yang mengatakan bahwa beliau sebagai santri, yang mengatakan mengatakan santri, setelah kita cek datanya tinggi ke Jokowi," tuturnya.

Selain itu, dilihat dari sisi antar calon wakil presiden, Ma'ruf lebih dianggap mewakili aspirasi umat Islam ketimbang Sandiaga. Setidaknya 55,4 persen responden muslim merasa aspirasinya lebih terwakili oleh Ma'ruf ketimbang Sandiaga yang hanya 24,8 persen.
Sementara, berdasarkan survei LSI Denny JA pada Februari 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan di kantong pemilih Muslim.

Survei LSI Denny JA menunjukkan pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih Muslim mencapai 52,7 persen. Namun, di akhir Januari 2019, dukungan dari kantong pemilih Muslim ke Jokowi-Ma'ruf sebesar 49,5 persen.

Di sisi lain, Adjie mengatakan dukungan kantong pemilih Muslim terhadap Prabowo-Sandi cenderung meningkat jika dibandingkan survei lima bulan lalu.

Pada Agustus 2018, dukungan ke Prabowo-Sandi di kantong pemilih Muslim hanya 27,9 persen. Sedangkan saat ini dukungan mencapai angka 35,4 persen.

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,2,Bulutangkis,2,BUMN,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,coklit KPU,2,Cukai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Dewan Masjid Indonesia,1,Divestasi,1,DIY,1,Donggala,1,DPR,2,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,255,Ekspor,1,Emas,1,Ende,12,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,Festival Sandelwood,1,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,23,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,Golkar NTT,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,1,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1051,Hiburan,12,HMI,1,Hoaks,10,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT RI ke 73,2,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,1,Ideologi,17,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,152,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jokowi,125,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,169,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,2,Mahfud MD,1,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,16,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Milenial,1,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,3,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,Nasional,1463,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,1,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,9,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,189,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,2,Pasar,1,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,1,pemilu,2,Pemilu 2019,24,Pencak Silat,1,Pendidikan,6,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,4,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,17,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,1,PNS,1,Poling,1,Politik,61,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,3,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,42,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,81,Sri Mulyani,6,Startup,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,19,sumba barat,5,Sumba Barat Daya,161,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,45,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,1,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,7,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Kalangan Pemilih Muhammadiyah
Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Kalangan Pemilih Muhammadiyah
https://1.bp.blogspot.com/--UYLaThd6i4/XKQYOaZy2jI/AAAAAAAAMuw/E-JL8WyHD6EDyoEU8SfPJdggVtHYn7UsACLcBGAs/s320/Jokowi%2BMuhammadiyah.jpg
https://1.bp.blogspot.com/--UYLaThd6i4/XKQYOaZy2jI/AAAAAAAAMuw/E-JL8WyHD6EDyoEU8SfPJdggVtHYn7UsACLcBGAs/s72-c/Jokowi%2BMuhammadiyah.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2019/04/survei-jokowi-maruf-unggul-di-kalangan.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2019/04/survei-jokowi-maruf-unggul-di-kalangan.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin