Arist Sirait : Kepentingan Saya Hanya Satu, Tidak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak di LEMBATA

BAGIKAN:

WartaNTT.com, LEMBATA – Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait nyatakan kepentingannya datang ke Lembata agar tidak ada lagi kejadian kekerasan terhadap anak, dan tidak ada penanganan kasus kekerasan terhadap anak yang dibiarkan berlarut-larut ditangan penegak hukum di Lembata.
Hal tersebut diungkapkan Arist Sirait kepada sejumlah awak media usai deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar LSM Permata, Rabu (04/03/2020) di tamankota Swaolsatiten-Lewoleba.
Dihadapan perwakilan pelajar Kota Lewoleba disaksikan Kapolres Lembata, Kasi Intel Kejari Lembata, dan pemerhati anak di Lembata, Arist Sirait minta agar 10 hak anak yang harus didapat menjadi prioritas dan mendapat perhatian serius Pemkab Lembata.
Sesuai Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989 terdapat 10 hak anak yakni hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, mendapatkan nama (identitas), mendapatkan status kebangsaan, mendapatkan makanan, mendapatkan akses kesehatan, mendapatkan rekreasi, mendapatkan kesamaan, dan hak memiliki peran dalam pembangunan.
Kepada awak media Sirait mengatakan “Saya sangat peduli dengan korban anak dan pelaku anak yang terjadi dalam kasus kekerasan yang menimpa MRS di Lembata. Kepentingan saya hanya satu, tidak ada lagi kekerasan terhadap anak di Lembata”.
“Sudah saya sampaikan ke Kajari Lembata agar memberikan pendekatan penyelesaian kepada korban, saksi dan pelaku yang adalah anak-anak dengan diversi sebagai bentuk perlindungan hak mereka sesuai regulasi peradilan pidana anak”.
Sangat tidak tepat jika saya dikatakan memilih-milih, dan hanya mendampingi korban Rizal”
“Hingga kemarin dan sampai hari ini belum ada permintaan dari keluarga korban (korban persetubuhan) dan keluarga korban tidak memberikan laporan kasus yang terjadi, sehingga saya sampaikan kepada Kajari untuk lakukan pendekatan diversi sebagai bentuk perlindungan kepada semua anak-anak”.
“Pihak kami sudah lakukan percakapan intensif dengan Kajari Lembata dengan harapan hak anak untuk dapatkan pendidikan dan kesempatan bermain tidak hilang, namun Kejaksaan tidak boleh menutup kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak.
“Saya sampaikan disini bahwa sikap Komnas Perlindungan anak terhadap kasus ini yakni mendukung upaya diversi anak baik sebagai saksi, korban maupun pelaku, namun tidak boleh menutup kasus pidana yang dilakukan orang dewasa terhadap anak”.
“Agar segera tangkap, tahan dan adili pelaku oknum ASN yang disinyalir melakukan kekerasan terhadap anak, dan Bupati selaku atasan tidak boleh menghambat, justru Bupati harus segera mendorong proses ini”.
Dirinya melanjutkan “Saya juga mau klarifikasi kepada rekan-rekan wartawan sekalian, karena ada wartawan yang tulis berita hasil wawancaranya dengan kuasa hukum Tersangka mengatakan Arist Sirait abaikan korban persetubuhan, dari mana dia bisa punya statement seperti itu?”
“Saya belum pernah menerima pengaduan kasus kekerasan yang menimpa korban persetubuhan hingga saat ini”.
“Ada mekanisme yang berlaku yakni pihak kami dihubungi, diberikan laporan kasusnya sehingga bisa datang dampingi. Hingga saat ini hanya pihak LSM Permata selaku pendamping korban MRS yang menghubungi Komnas PAI sehingga didampingi”.
“Namun solusi yang kami ambil adalah untuk anak dari kedua pihak baik pelaku persetubuhan maupun bagi korban persetubuhan dengan jalan ditempuh upaya diversi di Kejaksaan.
“Sangat disayangkan tindakan lawyer yang memvonis saya tidak peduli terhadap korban persetubuhan. Namun kita tahu bersama bahwa pernyataan itu merupakan bentuk membela kepentingan kliennya” ujarnya.
Ditanya lanjut terkait tindaklanjut Deklarasi yang dilakukan di Lembata, Sirait mengatakan “Hasil deklarasi akan saya laporkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta untuk di follow-up program-program perlindungan anak.
“Saya juga minta agar di Lembata dibentuk lagi satu LSM perlindungan anak selain LSM Permata yang diisi dari beragam unsur baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerhati, jurnalis, dan pengacara, kemudian ajukan ke Komnas PAI sehingga dapat diterbitkan SK dan dikukuhkan” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Yoseph Boli Muda, S.Sos Anggota DPRD Lembata yang dijumpai WartaNTT dalam kegiatan tersebut mengatakan “Kedatangan saya secara pribadi dan atas nama Partai dari Fraksi PKB bukan mewakili lembaga DPRD”.
“Saya rasa perlu diapresiasi kegiatan ini. Kedepan perlu melibatkan pelajar dari setiap wilayah Kecamatan sehingga mereka mengetahui hak-haknya yang sering terabaikan dalam masyarakat,  karena bagaimanapun juga kekerasan terhadap anak mayoritas terjadi di luar kota, banyak kasus di desa-desa yang masih jarang terekspos”.
“Harapan saya Pemkab Lembata dapat menindaklanjuti semua kasus yang terjadi terhadap generasi muda Lembata, DPRD pastinya mendukung langkah Pemerintah dalam intervensi program ataupun anggaran”.
“Tentunya tidak bisa hanya sebagian anggota saja yang berpartisipasi, 25 anggota DPRD juga akan proaktif mengawal” ujarnya. (Kris Kris)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,5,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,47,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,58,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,2,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1487,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,4,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,11,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,254,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1879,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,3,Pariwisata Flores,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,2,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,1,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,20,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,39,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Arist Sirait : Kepentingan Saya Hanya Satu, Tidak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak di LEMBATA
Arist Sirait : Kepentingan Saya Hanya Satu, Tidak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak di LEMBATA
https://1.bp.blogspot.com/-Maz9hccuJpk/Xl-RR9RztcI/AAAAAAAAPNk/HVJj0CEUlLcS9Aqkthu9DyIAD-a1UvKjQCLcBGAsYHQ/s320/20200304_105450%2B%25282%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Maz9hccuJpk/Xl-RR9RztcI/AAAAAAAAPNk/HVJj0CEUlLcS9Aqkthu9DyIAD-a1UvKjQCLcBGAsYHQ/s72-c/20200304_105450%2B%25282%2529.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2020/03/arist-sirait-kepentingan-saya-hanya.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2020/03/arist-sirait-kepentingan-saya-hanya.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin