Raymond Klarifikasi Persoalannya Dengan Hotel Puri Mutiara-LEMBATA

BAGIKAN:

 

WartaNTT.com, LEMBATA – Adrianus Raymond, salah satu pegawai PT. Brand Mandiri Jaya Sentosa-Kupang perusahaan pelaksanaan konstruksi yang dipolisikan pemilik hotel Puri Mutiara-Lembata, Adriani Sunur, beri klarifikasi atas persoalan tunggakan pembayaran penginapan.

Kepada awak media di Lembata, Jumat (01/10/2021) Raymond sampaikan ketidaksabaran dari pemilik hotel Puri Mutiara menjadi awal miskomunikasi dengan pihaknya hingga berujung laporan ke Polres Lembata. Dirinya juga sampaikan sangat kooperatif selama ini.

“Sekitar 1 Juli 2020 saya bersama 1 orang rekan datang dari Kupang dan nginap disana karena ada pekerjaan. Sebelumnya saya bersama pemilik hotel Puri Mutiara sudah saling kenal sejak lama dan sudah lama tidak bertemu. Setelah lakukan pendekatan, disepakati kita tinggal disitu dengan sistem pembayaran kos (bulanan)”.

“Dalam perjalanannya baik setiap bulan maupun diwaktu-waktu sesuai kebutuhan yang disampaikan pemilik hotel, kita lakukan pembayaran sesuai yang diajukan”.

“Saya pernah sampaikan karena ada teman kerja saya yang sering datang dan pergi sehingga sistem pembayarannya disamakan, nanti baru dibuatkan perhitungan. Jadi sampai akhir itu ada 3 kamar yang dipakai dan waktu nginapnya beda-beda” terangnya.

Sistem Bayar dan Miskomunikasi

“Seperti biasa perhitungannya diserahkan pemilik hotel ke saya lalu saya teruskan ke kepala proyek (kapro), kemudian kapro ajukan ke kantor untuk dikirimkan biayanya dan kita bayarkan” lanjutnya.

“Kalau tidak salah Januari 2021 ada keterlambatan, namun saya juga sampaikan ke pemilik hotel. Waktu itu dijawab oke, tidak ada masalah dan minta saya terus koordinasi dengan kantor”.

“Waktu pembayaran yang terakhir mungkin karena dianggap agak lama dan tanpa sepengetahuan saya, mereka kirim rincian melalui orang lain atas nama Linda yang tidak ada kaitannya dengan tanggungjawab soal pembayaran ini. Rincian itu dikirim untuk diteruskan kepada bos di PT tempat saya backup pekerjaan ini”.

“Sebelumnya saya sudah ajukan rincian terdahulu yang nilainya waktu itu baru sekitar Rp.31 Juta. Tetapi waktu dikirimkan kembali rincian kesana tanpa sepengetahuan saya dengan total nilai sekitar Rp.61 Juta”.

Pesan Bernada Ancaman dan Tolak Uang Sewa

“Dalam komunikasi per telepon, Aci Ona (pemilik hotel) kirim WA bernada ancaman kepada pemilik PT yang intinya kalau tidak dibayarkan maka akan dilaporkan ke Polisi dan membawa wartawan”.

“Pernyataan bernada ancaman ini kemudian direspon oleh bos kalau dilakukan itu maka akan dibuat laporan pencemaran nama baik”.

“Kemudian bos memblokir nomor pemilik hotel, tetapi bos sampaikan ke saya ini tujuannya untuk mengkondusifkan cara pandang, toh saya ada disini sebagai perwakilan perusahaan” ujarnya lagi.

“Sekitar Juli 2021 dikirimkan uang. Lalu uang Rp.20Juta itu saya bawa ke pemilik hotel dan saya sampaikan, mama ini ada uang Rp.20Juta, saya  kasihkan ke mama, mama terima dulu. Jika masih ada perhitungan yang menurut mama perlu ada penambahan, maka nanti dibicarakan, tetapi ambil dulu”.

“Cuma ditolak dengan bahasa engko punya bos sudah ancam saya, kemudian menolak uang itu dengan alasan kalau menerima uang itu sama dengan dia mengaku kalah”.

“Saya merespon ini bukan soal kalah menang karena saya masih ada disini, artinya kalau masih ada perhitungan nanti kita bicarakan tapi dia menolak saat itu, yah itu haknya dia sehingga hari itu uangnya tidak diambil”.

Kalimat Sandera dan Lapor Polisi

“Saya pernah sampaikan, agar tidak membebani namun tetap bertanggungjawab menjadi perantara penyelesaian masalah ini sebaiknya saya keluar dari hotel”

“Tapi mamatua tidak mau dan  bilang ke saya, anak kalau engko secara pribadi saya percaya tetapi karena ini persoalan tanggungjawab perusahaan maka engko tinggal disini, anggap saja mama sandera kau”.

“Karena saya berpikiran bahwa dia bukan orang lain dan kita sudah seperti keluarga sehingga bahasa itu (sandera) tidak saya persoalkan. Yah sudah saya tinggal saja disitu tanpa berpikir sesuatu yang terlalu jauh”.

“Beberapa waktu kemudian saya terima 2 surat panggilan dari Polres untuk dimintai keterangannya terkait pengaduan masalah penipuan. Yang dipanggil waktu itu saya bersama kapro namanya pak Domi Domaking”.

“Pihak perusahaan selama ini membayar. Bahwa kemudian ada keterlambatan yang menurut pemilik hotel, itu ya dan itupun saya sudah jelaskan keterlambatan itu dan diterimanya. Saya sendiri pernah sampaikan juga kalau mama mau laporkan ke polisi itu hak mama sepanjang itu ada bukti”.

Isikan Pulsa Listrik

“Satu catatan lagi, hal yang tidak pernah dibicarakan sejak Desember sampai dengan saat terakhir saya keluar dari hotel, pulsa listriknya itu saya yang isi dari kantong pribadi saya”.

“Meterannya cuma satu di hotel itu adanya di aula dan itu untuk kepentingan seluruh blok kamar hotel termasuk untuk air, AC dan aula”.

“Kalau saya hitung-hitung termasuk perbaikan AC dan kulkas yang saya bayarkan sendiri diluar tanggungjawab perusahaan, totalnya bisa sampai Rp.15juta. Catatan itu ada di pemilik hotel dan sebagiannya ada di saya tetapi seluruhnya ada disana”.

Dianggap Sebagai Musuh

“Inikan hanya persoalan menyangkut sabar tidak sabarnya penyelesaian masalah ini”.

“Seharusnya saya ini tidak dianggap sebagai musuh seperti keterangan yang disampaikan di medsos atau cerita-cerita yang disampaikan kemana-mana atau laporan ke Polisi, seolah-olah saya ini menurut versinya adalah pelaku kejahatan. Saya yang menipu dan mempermainkan dia, itu dia salah besar”.

“Saya akui bahwa diantara kami waktu tinggal disitu memang tidak ada perjanjian-perjanjian secara tertulis. Artinya apa, artinya didalam penyelesaian persoalan ini yang dibutuhkan adalah pengakuan kami. sehingga dia harus menganggap saya sebagai mediator untuk selesaikan masalah ini antara dia dengan  pihak perusahaan, bukan jadikan saya sebagai musuh”.

Bawa Kunci Kamar

“Hari itu saya keluar tanpa beritahu dia tetapi tidak dengan tujuan untuk menghindari itu (persoalan pembayaran)”.

“Waktu kita keluar, disitu tidak ada karyawan saya juga telepon karyawannya tapi tidak diangkat. Kalau kunci itu saya gantung saja dipintu maka ceritanya pasti berubah, sangat tidak etis”.

“Saya keluar alasannya karena 1 minggu sebelum dia sampaikan dia sandera saya, ternyata waktu dia buat laporan ke kantor polisi dia hitung lagi (biaya nginap) sejak dia sandera itu sampai dengan saat saya dipanggil Polisi dimana nilainya bertambah menjadi Rp.67 Juta, berarti dia hitung dong padahal dia bilang dia sandera saya, dia yang tidak mau saya keluar, dia minta saya jadi jaminan, tapi ternyata dia berusaha membuat pernyataan untuk mengambil keuntungan dengan menaikan nilai perhitungan. Sehingga saya bilang sama isteri saya yang ikut nginap waktu itu, kita keluar saja”.

“Namun saat diminta keterangan oleh pihak penyidik Polres dan menyinggung soal kunci sehingga saya serahkan kunci itu kepada penyidik dan minta bantuan untuk diserahkan ke yang bersangkutan karena penyidiknya pak Rocky juga sampaikan besok mau kesana untuk ambil keterangan lagi”.

“Namun saat saya dipanggil lagi Kepolisian untuk diminta keterangan tambahan, pak Rocky sampaikan kalau pemilik hotel tidak mau menerima kunci itu. Kalau dia punya itikad baik, kunci itu diambil saja toh kita sekarang sedang berperkara di kepolisian” ujarnya.

Dianggap Tidak Konsisten

“Inikan ada perbedaan harga lagi, diam-diam dia buat rincian yang dikirimkan melalui si Linda dengan Rp.61 jutaan, ketika dibuat laporan di Polisi pertama dengan Rp.64 Juta, selang beberapa waktu kemudian naik lagi angkanya menjadi Rp.67 Juta, semalam (30/09) saya baca di medsos dengan  Rp.71 Juta. Yang mana yang benar”.

“Itu saja sudah tidak konsisten. Kalau dia menjadikan kunci itu sebagai alasan, saya juga bisa bilang bahwa dia dengan sengaja tidak mengambil kunci untuk membuat peningkatan terhadap tagihannya, boleh dong saya berpikir begitu. Tapi secara personal saya tetap menghormati mereka sebagai keluarga yang saya tidak pernah lupa karena punya hubungan psikologi yang baik”.

“Kami tetap menghargai prosedur dan tetap berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan kita tetap menghormati proses yang sedang berjalan. Kami sangat koperatif dan buktinya saya masih ada disini” imbuhnya.

Raymond juga sampaikan sejak 5 Agustus hingga saat ini tidak ada komunikasi lagi dengan pemilik hotel karena kasus sudah dilaporkan ke Polres Lembata. (Kris Kris)


KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,AMAN Nusabunga,1,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bandara H Hasan Aroeboesman,1,banjir,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan sosial,1,Basarnas Maumere,1,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,Citilink,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,30,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Danau Kelimutu,1,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,148,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Esports Indonesia,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,158,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,3,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1491,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI,1,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Julie Laiskodat,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,2,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,4,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,13,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,509,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,Longsor,1,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,Minyak Tanah,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1880,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Paralayang,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,Partai Berkarya,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelabuhan Sekosodo,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,Pilkades Ende,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,3,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,4,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,PT Asia Dinasti Sejahtera,2,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,RS Pratama Tanali,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,12,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,132,Siklon tropis Seroja,1,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Sriwijaya SJ-182,2,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,27,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,44,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Vaksin Covid-19,2,Vaksin Sinovac,2,Wakil Bupati Ende,2,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Raymond Klarifikasi Persoalannya Dengan Hotel Puri Mutiara-LEMBATA
Raymond Klarifikasi Persoalannya Dengan Hotel Puri Mutiara-LEMBATA
https://1.bp.blogspot.com/-dfwrsJK-E8E/YVfMDJO9P3I/AAAAAAAAS2w/tRoY8mN0-dIzn3eA6kIJummksivXnOSZQCLcBGAsYHQ/s320/20211001_171039%2B%25282%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-dfwrsJK-E8E/YVfMDJO9P3I/AAAAAAAAS2w/tRoY8mN0-dIzn3eA6kIJummksivXnOSZQCLcBGAsYHQ/s72-c/20211001_171039%2B%25282%2529.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2021/10/raymond-klarifikasi-persoalan-dengan.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2021/10/raymond-klarifikasi-persoalan-dengan.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin