wartantt.com, IDEOLOGI –
Tokoh media sosial Denny Siregar menulis sebuah pesan dan analisa yang
cukup tajam, bahwa Ansor dan Banser Penjaga Setia NKRI dari ancaman
kelompok Radikal dan Khilafah, berikut tulisannya:
Ancaman radikalis berbaju agama memang
menakutkan. Negara-negara di timur tengah sudah banyak dikuasai mereka.
Di Nigeria ada Boko Haram yang kerjaannya menculik wanita dan anak-anak
untuk dijadikan budak. Di Afghanistan masih ada ketakutan kembalinya
Islam garis keras Taliban. Irak terjadi bom bunuh diri setiap pekan.
Suriah sudah hancur berantakan.
Semua negara yang hancur adalah negara
dengan penduduk muslim mayoritas. Ironisnya, yang menghancurkan juga
mereka yang mengaku muslim. Situasi ini menjadikan perang makin sulit
karena tidak mudah mengenali musuh dari dalam.
Indonesia sebagai negara dengan penduduk
muslim terbesar juga sedang mengalami proses pembusukan. Tumbuhnya
ormas-ormas garis keras dimana-mana dengan baju FPI, FUI, MIUMI, HTI dan
banyak lagi bukanlah sesuatu yang datang tanpa perencanaan.
Gerakan mereka massif dalam doktrin dan
kekerasan. Mereka menguasai masjid-masjid, pesantren, pengajian bahkan
acara tivi agama Islam dan melakukan pembodohan dengan melemahkan akal
dan meninggikan kebanggaan akan golongan.
Kenapa pemerintah tidak membubarkan mereka?
Tidak mudah. Ketika mereka dihantam,
mereka akan memainkan peran sebagai korban. Ini berbahaya sekali dan
memang sedang mereka tunggu. Ormas-ormas Islam garis keras ini sejatinya
sudah ada selama puluhan tahun di Indonesia. Mereka bergerak senyap dan
banyak dipelihara oleh mereka yang punya kuasa dan kepentingan.
Jadi untuk menghadapi mereka, pemerintah
butuh waktu tidak sebentar. Mereka menyusup di dalam ormas-ormas itu
dan berusaha merebut tongkat kepemimpinan untuk kemudian melemahkan dari
dalam.
Tetapi itu butuh proses yang tidak instan. Cukupkah waktu kita sebelum Indonesia meledak?
Sedangkan mereka sudah banyak mendapat
simpati masyarakat yang tidak tahu apa-apa terhadap tujuan jangka panjang
panjang mereka untuk mendirikan negara khilafah di Indonesia.
Disinilah peran Banser dan GP Ansor.
Banser dan GP Ansor sudah bergerak satu komando dalam menghalau mereka. Tetap sesuai hukum dan tidak terpancing untuk melakukan kekerasan.
Pesan GP Ansor sangat jelas waktu
pilkada DKI. “Kami tidak mendukung calon Gubernur yang didukung kelompok
radikal”. Dari pernyataan ini, terlihat bahwa GP Ansor sudah berhasil
mengidentifikasi akar masalah.
Dan Banser juga GP Ansor harus menunjukkan kekuatannya supaya terlihat bahwa mereka ada sebagai penjaga NKRI.
Di Makassar mereka baru saja bentrok
dengan HTI. Di Bogor, GP Ansor mengeluarkan pernyataan menolak forum
internasional khilafah HTI. Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo
dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras, “Tidak ada ruang bagi HTI
dan FPI di Jatim”.
Di Cilacap, Banser dan GP Ansor
menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di
KarangAnyar mereka longmarch menolak keberadaan HTI dan FPI disana.
Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan
konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga,
GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang,
tempatnya Gus Mus, GP Ansor dan Banser menyatakan sikap menolak HTI.
Massif sekali gerakan GP Ansor dan Banser. Singa itu sudah bangun dari tidurnya. Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata.
Hanya merekalah pilar yang tersisa sekarang ini ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini.
Felix Siaw -salah satu pentolan HTI-
bahkan dalam tweetnya menyindir gerakan GP Ansor sebagai gerakan yang
bertentangan dengan Islam. Meskipun ia tidak menyebut nama organisasi,
tampak jelas bahwa ia juga ketakutan setengah mati.
Memantau pergerakan GP Ansor dan Banser
di banyak wilayah membuat kepercayaan diri saya tumbuh kembali. Bahwa
NKRI tidak mudah di Suriah kan, seperti yang mereka inginkan. Indonesia
ada penjaganya.
Sambil seruput kopi, saya boleh sedikit
memberikan saran untuk teman-teman yang non muslim. Entah anda
perorangan atau mempunyai kelompok, coba bergabunglah dengan GP Ansor
dan Banser di wilayah anda. Karena NKRI ini milik kita bersama,
tanggung-jawab kita bersama dan harus kita jaga bersama, datangilah dan
duduklah bersama mereka dalam satu kesatuan. Karena ini bukan masalah
apa agama anda, tetapi ini adalah bagaimana menjaga negara kita.
Sebarkan pesan ini seluas-luasnya. Satu
waktu, kita akan duduk dan ngopi bersama dan bercerita tentang bagaimana
kita menjadi bagian dari pelaku sejarah dalam menyelamatkan keberagaman
kita yang tercinta. Kalau di Lebanon punya Hizbullah, kita harus bangga
bahwa disini kita juga punya penjaga negara yang setia.

KOMENTAR