Kades Merdeka-LEMBATA : Tidak Benar 4Ha Lahan Mangrove Lokasi Tambak Udang Ditebang

BAGIKAN:

WartaNTT.com, LEMBATA – Pengerjaan tambak udang tanpa melalui sosialisasi diatas sebagian lahan yang diduga aset Desa serta tindakan penebangan tanaman mangrove diatas lahan tambak, mendasari pengajuan keberatan beberapa masyarakat Desa Merdeka kepada Pemkab Lembata.
Dikonfirmasi WartaNTT di kediamannya, Jumat (17/5/2019) Kepala Desa Merdeka, Petrus Puan Wahon menyayangkan beredarnya informasi di masyarakat bahwa pengerjaan tambak udang di wilayahnya merusak seluruh habitat mangrove.
“Benar, ada mangrove yang dibabat dalam proses pengerjaan tambak, tepatnya disebelah utara”.
“Beredar informasi lahan mangrove yang ditebang luasnya 4Ha, ada yang memberitakan 5Ha bahkan 6Ha. Saya rasa itu informasi yang keliru tanpa melakukan crosscek. Masyarakat di sini juga tahu mana yang merupakan lahan warga dan mana yang merupakan habitat mangrove”.
“Dari seluruh bidang tambak, sebagian merupakan lahan 2 orang warga dan sebagian merupakan lokasi Parek sekitar 2.500m2 yang dijadikan tempat mengambil tanah garam oleh beberapa orang masyarakat kemudian diolah dirumah masing-masing, namun aktivitas itu (pengambilan tanah garam) sudah tidak terlihat lagi beberapa tahun terakhir” ujarnya.
Petrus menambahkan “Disebelah utara dari lahan warga dan Parek disitulah berjejer tanaman mangrove. Jadi bukan seluruh lahan tambak merupakan hutan mangrove”.
Ditanya lebih lanjut kronologis pengerjaan tambak udang tersebut, Kades Merdeka mengatakan “Sejak Kepala Desa sebelumnya hingga saya menjabat, telah ada usulan masyarakat agar dibangun tambak ikan bandeng dilokasi Parek dalam proses musrenbangDes dan telah dibawa sampai Musrenbangcam, namun akibat ketiadaan anggaran yang cukup sehingga tidak dapat diakomodir melalui Dana Desa”.
“Tahun 2018 ada investor yang berminat memanfaatkan lokasi Parek dan sebagian lahan warga sebagai tambak udang sehingga dilakukan seremoni adat oleh tetua adat di akhir Tahun 2018 dan terus dilakukan pengerjaan hingga saat ini.
“Tidak benar juga jika dikatakan saya menjual sepihak tanah Desa. Ada mekanisme musyawarah yang harus ditempuh jika melakukan penjualan Aset Desa” terangnya.
Terkait adanya surat keberatan yang disampaikan beberapa masyarakat kepada Pemkab Lembata, Kades Merdeka mengatakan “Saya hanya ingin menjaga dengan baik jalinan silahturahmi yang ada diantara kami warga Desa Merdeka. Saya tidak ingin menyalahkan orang lain ataupun membenarkan diri sendiri. Terhadap setiap misskomunikasi yang terjadi tentu ada solusinya”.
“Tanggal 9 Mei lalu saya bersama Camat Lebatukan, dan 7 orang masyarakat tersebut telah memenuhi undangan pertemuan yang dipimpin Bapak Wakil Bupati bertempat di ruang rapat kantor Bupati dimana hadir juga beberapa pimpinan OPD terkait guna membahas hal tersebut” ujarnya.
Senada dengan Kades Merdeka, pengawas kerja (mandor) tambak udang, Yohanes Herman Wahon yang ditemui di lokasi, Sabtu (18/05) membenarkan bahwa lokasi yang dijadikan tambak berada diatas lahan milik warga dan lokasi eks Parek.
“Total lahan yang digunakan sekitar 4Ha dimana untuk sisi sebelah Barat merupakan lahan milik warga, ada 11 bidang tambak ukuran 50mx50m sedangkan sisi sebelah Timur merupakan lokasi eks Parek telah dibangun 5 bidang tambak ukuran 50mx50m dan 50mx20m”.
“Memang terdapat tanaman mangrove di sisi sebelah utara yang sempat ditebang dalam proses pengerjaan sebagai lintasan alat berat (excavator) dan jalur air namun telah dilakukan penanaman kembali dan akan terus dilakukan” ujarnya sambil menunjukkan deretan mangrove yang ditebang dan anakan mangrove yang telah ditanam”.
“Sepanjang minggu kemarin dari pihak Pemkab Lembata sudah datang kesini, mereka dari beberapa instansi terkait, kemarin juga ada Wartawan TV yang datang kesini untuk melihat lokasi mangrove dan kami dampingi, ujarnya menambahkan.
“Informasi dari beberapa pekerja kalau pihak DPRD Lembata hari Jumat (17/05) sudah kesini melihat lokasi dan kami jelaskan terkait mangrove yang ditebang” ujarnya.
Ditanya lanjut terkait kesiapan lahan tambak, Heri mengatakan “Saat ini sedang proses pengisian air, dan tersisa 1 bidang lagi yang sedang diperbaiki karena bocor. Jika tidak ada halangan dalam waktu dekat sudah dimulai proses pengisian bibit udang putih dengan masa panennya 3 bulan”.

“Saat ini jumlah seluruh pengerja 20 orang, 15 orang sebagai penanggungjawab 16 bidang yang terbagi dalam 3 kelompok, dan 5 orang sisanya diluar anggota kelompok. Semuanya merupakan warga Desa Merdeka. Kedepannya pasti akan ada penambahan jumlah tenaga kerja baik tenaga teknis maupun non teknis, namun itu menjadi kewenangan Pak Ben (Benediktus Lelaona) selaku pemilik usaha ini, ujarnya.
Sebelumnya, Pius Padji Lewar Ketua BPD Desa Merdeka yang ditemui WartaNTT secara terpisah, Kamis (16/5) mengatakan “Benar saya bersama 6 orang tokoh masyarakat Desa Merdeka yakni Petrus Pati Wahon, Thomas Tua Watun, Yohanes Bediona, Benediktus Boli Puhon, Bernadus Boleng Puhon, dan Siprianus Amator menyurati Pemkab Lembata pada 13 April lalu, guna menyampaikan keberatan atas dilakukannya pengerjaan tambak udang di lokasi Parek "tanah garam" Desa Merdeka”.
“Dasar keberatan kami karena hingga saat ini Kepala Desa Merdeka belum melakukan sosialisasi sehingga masyarakat belum seluruhnya mengetahui tujuan pembangunan tambak tersebut, karena sebagian lahan yang dijadikan lokasi pengerjaan adalah tanah Desa tempat mengumpulkan tanah garam untuk diolah oleh beberapa masyarakat” ujarnya.
Pemkab Lembata Tindak lanjuti Keberatan Warga Desa Merdeka
Dikonfirmasi WartaNTT usai pelaksanaan Upacara peringatan Harkitnas ke-111 tingkat Kabupaten Lembata, Senin (20/5) Kadis Lingkungan Hidup Kab. Lembata, Quintus Irenius Suciadi, SH.,M.Si disaksikan beberapa pimpinan OPD membenarkan telah mengeluarkan teguran kepada Benediktus Lelaona selaku pemilik usaha tersebut.
“Kami sudah surati Pak Benediktus Lelaona selaku pemilik tambak udang dengan perihal surat teguran terkait pengelolaan lingkungan sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 Undang-Undang 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”.
“Tanggal 9 Mei sudah dilakukan pertemuan dipimpin langsung Bapak Wakil Bupati dihadiri seluruh OPD terkait, Camat, Kades Merdeka dan masyarakat pelapor, inti pertemuan masing-masing OPD melakukan kajian sesuai kewenangannya dan melaporkan hasilnya segera kepada Bupati” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda, SE yang dihubungi WartaNTT terkait kehadiran anggota DPRD Lembata dilokasi pengerjaan tambak udang Desa Merdeka membenarkan telah melakukan pemantauan.
“Hari Jumat (17/5) saya bersama beberapa anggota DPRD Lembata telah memantau seluruh lokasi pengerjaan tambak dan melihat habitat mangrove yang terdampak”.
“Secara kelembagaan kami akan mengatur jadwal untuk memanggil pihak Pemerintah guna didengar penjelasannya berkaitan dengan persoalan ini. Dalam waktu dekat kami akan tindaklanjuti hasil pemantauan kondisi di lapangan” ujarnya. (Kris Kris)

KOMENTAR

Nama

23 T,1,3 tahun Jokowi-JK,3,4 Tahun,1,4 Tahun Jokowi-JK,15,Agama,2,aksi 313,12,Al Khaththath,1,Alor,3,Alrosa,7,Anies,1,APBN,2,ASDP,1,Asian Games,6,Asian Para Games 2018,1,Asian Sentinel,1,Asing-Aseng,1,ASN,1,Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores,1,Bahasa Inggris,1,Bali,1,Bandara,1,Bank Dunia,3,Banten,1,Bantuan,2,bantuan sosial,1,batik,1,Bawaslu,1,BBM,15,BBM 1 Harga,3,Bela Negara,1,Belu,4,Bencana,4,Bendungan,1,Beragama,1,BI,5,Bilateral,1,Bisnis,1,Blik Rokan,1,Blok Mahakam,1,Blok Rokan,1,BLT,1,Blusukan,1,BMKG,3,BNPT,1,Bogor,1,BPJS,1,BPK,1,BPN,1,BPS,3,Budayawan,1,Bulog,3,Bulutangkis,2,BUMN,3,Bupati Ende,3,Buruh,3,Buya Syafi'i,1,CFD,1,coklat gaura,1,coklit KPU,2,Covid-19,18,Cukai,1,Damai,1,dana desa,11,Dana Kelurahan,2,Deklarasi,2,Denny Siregar,2,Desa Tiwu Sora,1,Dewan Masjid Indonesia,2,Dihapus,2,Divestasi,1,DIY,1,Djafar Achmad,1,Donggala,1,DPR,2,DPRD Ende,1,DPT,2,Dunia,1,Dusun Numba,1,E-KTP,2,Editorial,1,Ekonomi,256,Ekspor,1,Emak-Emak,1,Emas,1,Ende,73,Energi,9,ESDM,9,Esemka,1,Fakta & Hoaks,2,fashion show,1,Festival Literasi,1,Festival Sandelwood,1,Festival Sepekan Danau Kelimutu,2,Festival Tenun Ikat,1,Final,1,Fitnah,1,FKMA,1,Flores,84,flores timur,2,FPI,1,Freeport,8,Freeport Indonesia,6,Game of Thrones,1,Gempa,9,Gempa NTB,9,Gempa. Tsunami,1,gereja lidwina,1,GMNI,2,GNPF MUI,1,Golkar,2,Golkar NTT,1,Guru Tidak Tetap Ende,1,Gus Dur,1,Habieb Rizieq,3,Haji,3,Hankam,4,Hanura,1,Hari Kesaktian Pancasila,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hate Speech,3,Headline,1488,Hiburan,12,HIV/Aids,1,HMI,1,Hoaks,11,Hoax,14,HTI,49,Hukum,2,HUT HUT ke-73 Bhayangkara,1,HUT RI ke 73,2,HUT RI ke 74,4,HUT TNI ke 73,1,Hutang,2,ICMI,2,Ideologi,18,Idul Adha,2,IMF,5,IMF-WB,1,Imlek,1,Indobarometer,2,Indonesia-RDTL,1,Industri,2,industri kreatif,3,Infrastruktur,153,Internasional,27,intoleransi,1,investasi,9,IPM,1,Isra Mi'raj,1,istana,1,Isu Agama,1,Jalan Tol,1,Jawa,1,Jemaah Haji,1,Jokowi,129,Jokowi-Ma'aruf,3,Juara,1,Jurnalisme,1,Jusuf Kalla,2,Kab Sabu Raijua,1,Kabupaten Kupang,6,Kabupaten Sumba Barat Daya,10,Kadin,1,Kalimantan,1,Kampanye,7,Kampanye Damai,1,Kampus,2,kamtimbas,1,Kapolda NTT,1,Kapolri,1,Karhutla,1,keamanan,17,Kebakaran,1,Keberagaman,4,Kedaulatan,1,KEIN,2,kejagung,1,Kelautan,4,Kemendagri,1,KEMENDES,1,Kemenkeu,1,Kementan,1,Kemiskinan,8,kepala daerah,1,Kepala Desa,1,Kerukunan,1,Kesatuan,1,Kesehatan,2,Khilafah,1,KII,1,KKP,1,KNPI,1,Kodim 1602/Ende,8,Komunis,1,Korupsi,5,Korupsi E-KTP,1,Kota Kupang,30,KPK,3,KPU,1,KPU NTT,1,Krisis,2,Krismon,1,KSP,4,KTT ASEAN,1,kupang,12,La Nyalla,1,larantuka,2,LDII,1,Lembata,342,Lingkar Madani,1,Listrik,9,Lomba Cipta Puisi,1,Lombok,3,LSI,1,Luar Negeri,6,Luhut Binsar Panjaitan,1,Lukman Hakim,1,Maáruf Amin,5,Mahasiswa,3,Mahfud MD,2,Makar,3,Malaysia,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,18,Manggarai Timur,5,Maritim,1,Masjid,1,Medan,1,Media,1,Media Sosial,8,Medsos,2,Mendagri,3,Mendikbud,1,Menhan,2,Menhub,1,Menkeu,2,Menkopolhukam,1,Menlu,1,Mentan,1,Menteri Agama,1,Milenial,2,Mimbar Agama,1,Minyak,1,MK,2,Moeldoko,4,Mosalaki,1,MPR,2,MTQ,1,Mudik 2018,17,MUI,4,Muslim,1,Nagekeo,24,narkotika,1,nas,1,Nasional,1879,Nasionalisme,25,Nawacita,3,Ngabalin,2,Ngada,7,No Golput,1,NTB,3,NTT,10,NU,5,Nusa Tenggara Timur,11,nyepi,1,objektif,1,OECD,1,OJK,1,Olahraga,13,Ombudsman,1,Opini,211,Osis,1,Otomotif,2,OTT,1,outsourcing,1,Palestina,2,Palu,5,PAN,1,Pancasila,45,Pangan,5,Panglima TNI,1,Papua,25,Papua Barat,1,Pariwisata,4,Pariwisata Flores,1,Pasar,2,pasar modal,1,Paspampres,1,Pekerja Migran Indonesia,1,Pekerjaan,1,Pelabuhan,1,Pelangi Nusantara,1,PELITA,1,pelukan,1,Pembangunan,2,pemilu,2,Pemilu 2019,27,Pencak Silat,1,Pendidikan,7,Pengangguran,3,Penguatan Pancasila,1,Perbankan,1,Perbatasan,7,Perdagangan,2,Perdamaian,1,Perhubungan,1,Perikanan,6,Perintis Kemerdekaan,1,Perlindungan Pekerja Migran,2,Perppu Ormas,8,Persatuan,6,Persija,1,Pertamina,1,Pertanian,19,Pesantren,1,Petani,1,Piala,2,Pidato Jokowi,1,Pilbup,1,Pileg 2019,1,pilkada,6,Pilkada NTT 2018,23,Pilkada NTT 2019,1,Pilkades,1,PIlpres,3,Pilpres 2019,18,Pilres 2019,5,PKI,2,PKS,1,PLAN,1,Pluralisme,1,PMII,1,PMKRI,2,PNS,1,Poling,1,Politik,68,Polres Ende,1,Polri,3,PP Muhammadiyah,3,Prabowo,5,prakiraan cuaca,1,Pramono Anung,1,Presiden,2,Presiden Bank Dunia,1,Proyek Mangkrak,1,Proyek Pembangunan,1,Proyek Strategis,1,Pulau Saugi,1,pupuk,1,Puting Beliung,1,PWI,1,radikal,2,radikalisme,45,Ramadhan,4,Ratna Sarumpaet,2,RDTL,1,Regional,4,Registrasi SIM Card,1,Rekonsiliasi,10,Reuni Alumni 212,4,RISSC,1,Rizieq Shihab,2,Rohingya,11,Rote Ndao,2,RRI Ende,1,Rupiah,12,Sabu,1,Sabu Raijua,11,SARA,7,SBY,2,SDA,1,SDM,1,Sejahtera,1,Sekjen PBB,2,Seleksi CPNS,1,Sengketa Lahan,2,seni,1,Sepak,1,Sepak Bola,3,Sertifikat,3,Seskab,1,Setara Institute,1,Sidang Ahok,7,Sikka,130,sleman,1,SMA/SMK,1,Sontoloyo,1,SOSBUD,52,Sosial Budaya,82,Sri Mulyani,6,Stadion Marilonga,1,Startup,1,STKIP Simbiosis,1,STPM St. Ursula,1,Subsidi,1,subversi,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,10,Sumba,23,sumba barat,6,Sumba Barat Daya,168,sumba tengah,42,Sumba Timur,18,Sumpah Pemuda,2,survei,3,Susi Pudjiastuti,2,Tanah,1,TBC,1,Teknologi,14,Tenaga Kerja,1,tenun,1,Ternak Tani,1,terorisme,9,TGB,2,Timor,13,Timor Tengah Selatan,48,Timor Tengah Utara,2,Tito Karnavian,1,Tjhajo Kumolo,1,TKI,1,TNI,2,Tokoh,2,Tol,3,Tol Suramadu,1,toleransi,2,tour de flores 2017,2,transparan,1,Transparansi,1,transportasi,8,Travel,7,Tsunami,8,TTU,1,Turki,1,Twitter,1,Uang NKRI,1,uang palsu,1,UI,1,Ulama,1,Umat,1,UMKM,1,Walikota,1,Wapres,1,Wiranto,4,World Bank,2,World Peace Forum,1,Yenny Wahid,4,yogyakarta,1,zakat,1,
ltr
item
Warta NTT: Kades Merdeka-LEMBATA : Tidak Benar 4Ha Lahan Mangrove Lokasi Tambak Udang Ditebang
Kades Merdeka-LEMBATA : Tidak Benar 4Ha Lahan Mangrove Lokasi Tambak Udang Ditebang
https://4.bp.blogspot.com/-eJgBilLoK9Y/XOJhNwOVFvI/AAAAAAAANH8/_O_NqeSKalcbF_2n4ELNPlURlCRPBXpSgCLcBGAs/s320/20190516_124020.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-eJgBilLoK9Y/XOJhNwOVFvI/AAAAAAAANH8/_O_NqeSKalcbF_2n4ELNPlURlCRPBXpSgCLcBGAs/s72-c/20190516_124020.jpg
Warta NTT
http://www.wartantt.com/2019/05/kades-merdeka-lembata-tidak-benar.html
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/
http://www.wartantt.com/2019/05/kades-merdeka-lembata-tidak-benar.html
true
7634889450117025147
UTF-8
Semua berita termuat Berita tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal membalas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua REKOMENDASI LABEL ARSIP CARI SEMUA BERITA Tidak ada berita yang sesuai dengan permintaanmu Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Tolong bagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin di clipboard-mu Tidak bisa menyalin kode, tolong tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C dengan Mac) untuk menyalin